MOTOREXPERTZ.COM --- Motor listrik semakin sering muncul di berbagai pameran otomotif, media sosial, hingga obrolan komunitas rider.
Desain futuristik, suara senyap, dan klaim biaya operasional murah membuatnya terlihat sebagai masa depan kendaraan roda dua.
Namun di balik hype tersebut, perkembangannya di pasar Indonesia masih terasa lambat.
Di banyak komunitas pemotor, topik motor listrik justru sering dibahas bukan soal performa, melainkan soal keraguan. Mulai dari harga, subsidi, hingga kepraktisan harian—semuanya jadi bahan diskusi yang tak pernah selesai.
BACA JUGA:Ramalan GAI, 5 Motor Ini Bakal Laris di Tahun 2026, Ada Motor Listrik!
Subsidi Belum Jelas, Minat Jadi Setengah-setengah
Salah satu faktor paling sering dipersoalkan adalah subsidi pemerintah yang belum konsisten dan jelas arahnya.
Banyak calon konsumen menahan diri karena berharap harga motor listrik bisa turun lebih jauh. Akibatnya, niat beli sering berubah jadi “tunggu dulu”.
Di komunitas, muncul kekhawatiran klasik: membeli sekarang dianggap berisiko, karena takut rugi jika subsidi diperbesar atau model baru muncul dengan harga lebih murah dalam waktu dekat.
Harga Masih Jadi Tembok Besar
Meski biaya operasional motor listrik diklaim lebih murah, harga beli awalnya masih tergolong tinggi jika dibandingkan motor bensin di kelas yang sama.
Untuk kebutuhan harian, banyak rider merasa motor konvensional masih lebih rasional secara finansial.
Bagi konsumen entry-level, selisih harga jutaan rupiah bukan hal kecil. Inilah alasan kenapa motor listrik sering hanya jadi wacana, bukan keputusan nyata.
Soal Jarak Tempuh dan Infrastruktur