MOTOREXPERTZ.COM --- Masih banyak pemilik motor yang ragu saat ingin mengganti oli dengan merek berbeda dari brand kendaraannya.
Pertanyaan yang sering muncul sederhana: kalau motor beda merek dengan olinya, apakah mesin bisa rusak? Jawabannya tegas, tidak! Selama spesifikasinya sesuai.
Banyak orang mengira motor dari Honda harus selalu menggunakan oli bawaan seperti AHM Oil, atau motor Yamaha wajib memakai Yamalube.
Padahal secara teknis, mesin tidak mengenali merek oli. Mesin hanya membutuhkan pelumas dengan spesifikasi yang tepat.
BACA JUGA:Oli Motor Mahal Bisa Jadi Bencana? Fakta Ini Sering Diabaikan Bikers
BACA JUGA:Bukan Tiap Bulan! Ini Waktu Ideal Ganti Oli Mesin Motor Modern yang Masih Sering Disalahpahami
Yang menentukan aman atau tidaknya sebuah oli bukanlah logonya, melainkan standar teknisnya. Ada tiga hal penting yang wajib diperhatikan sebelum menuangkan oli ke dalam mesin: SAE, API, dan JASO.
SAE menunjukkan tingkat kekentalan oli, misalnya 10W-30 atau 10W-40. Setiap motor memiliki rekomendasi berbeda tergantung desain mesin dan suhu kerja.
Jika kekentalan terlalu tinggi atau terlalu encer dari anjuran, performa mesin bisa terasa berat atau pelumasan kurang optimal.
API adalah standar kualitas pelumas. Motor modern umumnya membutuhkan minimal API SL, SM, atau SN. Standar ini memastikan oli memiliki aditif yang mampu melindungi mesin dari gesekan, panas berlebih, dan kerak.
BACA JUGA:Update Harga Terbaru Yamaha Aerox, Nmax, Lexi di Bulan Februari 2026
BACA JUGA:Update Harga Terbaru Honda BeAT dan Vario di Bulan Februari 2026
Sementara itu, JASO berkaitan dengan sistem kopling. Motor bebek dan sport yang menggunakan kopling basah membutuhkan JASO MA atau MA2 agar tidak terjadi selip. Sedangkan motor matik biasanya menggunakan JASO MB. Salah memilih standar ini memang tidak selalu langsung merusak mesin, tetapi bisa memengaruhi kenyamanan dan performa.
Selama oli dari merek apa pun memenuhi tiga standar tersebut sesuai rekomendasi buku manual, penggunaannya aman. Produk seperti Shell Advance atau merek aftermarket lainnya sah digunakan lintas brand motor, asalkan spesifikasinya cocok.
Justru risiko terbesar bukan pada perbedaan merek, melainkan pada dua hal lain: keterlambatan mengganti oli dan penggunaan oli palsu. Mesin yang jarang diganti olinya lebih rentan aus dibanding mesin yang rutin dirawat meskipun menggunakan merek berbeda.