Motor penggeraknya mampu menghasilkan tenaga puncak mencapai 15,4 kW atau setara dengan daya 20 Tenaga Kuda.
Selain itu, torsi maksimal yang dihasilkan juga cukup besar yakni mencapai angka 60 Nm saat dikendarai.
Sistem penyaluran tenaga ke roda belakang sudah menggunakan belt drive yang minim suara dan getaran.
Dengan bobot ringan hanya 124 kg, motor ini sanggup berakselerasi dari 0-60 km/jam dalam 3,7 detik saja.
BACA JUGA:Nggak Cuma Riding, Komunitas Ducati Ini Bantu Renovasi Pesantren di Sukabumi
Keunikan lain dari motor ini adalah penggunaan suspensi depan model Girder Fork yang sangat jarang ada pada motor modern.
Fitur ini semakin memperkuat kesan klasik dan eksklusif pada tampilan keseluruhan motor Flying Flea C6.
Panel instrumennya sudah menggunakan layar TFT bulat berukuran 3,5 inci yang dapat terkoneksi dengan ponsel pintar.
Pengendara juga diberikan kebebasan memilih lima mode berkendara yaitu City, Rain, Highway, Sport, serta pilihan Custom.
Fitur keselamatan juga sangat lengkap, mulai dari lean-sensitive traction control hingga sistem pengereman dual-channel AB.
Pengguna bisa mematikan fitur AB pada bagian roda belakang untuk sensasi berkendara yang berbeda.
Proses pengisian daya dari 20 persen ke 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 5 menit saja.
Hebatnya, kecepatan pengisian daya tersebut dapat diatur secara mandiri oleh pengguna melalui aplikasi khusus di smartphone mereka.
BACA JUGA:VinFast Gandeng 6 Dealer Raksasa: Siap Bangun Showroom Motor Listrik di Bali Hingga Jawa!
Saat ini Flying Flea C6 baru dipasarkan secara resmi untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah negara India.