MOTOREXPERTZ.COM --- PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), main dealer motor Honda Jawa Timur, terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui peluncuran program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif MPM Green Action 2026 yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Pelestarian Ekosistem Laut dan Dukungan Pariwisata
Terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mulai dari menjadi habitat biota laut hingga melindungi garis pantai dari abrasi.
Di wilayah NTT yang dikenal sebagai destinasi pariwisata bahari unggulan, keberadaan terumbu karang menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung sektor ekonomi masyarakat pesisir.
BACA JUGA:Danilo Petrucci Kritik Beratnya Penalti Usai Akhir Pekan Buruk di WorldSBK Assen
Program MPM Green Action 2026 di Labuan Bajo--MPMX
Komitmen Jangka Panjang dan Kolaborasi Masyarakat
GM Corporate Communication & Sustainability Natalia Lusnita menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai inisiatif berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui program transplantasi terumbu karang ini, MPMX tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang agar dapat memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan. Inisiatif ini melanjutkan komitmen MPMX dalam pelestarian lingkungan di wilayah NTT. Sebelumnya pada 2022-2025, kami telah melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat yaitu budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal. Keberhasilan program tersebut membuat kami melihat masih terdapat aspek lingkungan lain yang perlu mendapatkan perhatian, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung perekonomian masyarakat. Kami percaya, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan otoritas kawasan, menjadi kunci agar program ini dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Natalia.
BACA JUGA:Demi Kejar Ketertinggalan, Yamaha Turunkan Mesin V4 Tambahan di MotoGP Jerez 2026
Edukasi, Pelatihan, dan Target Pengembangan Berkelanjutan
Program ini diawali dengan sosialisasi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat, dilanjutkan edukasi kepada nelayan terkait pentingnya menjaga ekosistem laut.
MPMX juga mengadakan pelatihan pembuatan media coral nursery bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mendukung wisata penanaman baby coral.
Kepala Desa Pasir Putih Labuan Bajo, Mustaming, menyampaikan dukungannya terhadap program ini dan berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tahun ini, MPMX menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 20 unit spider frame, dengan rencana pengembangan program yang terintegrasi dengan potensi ekonomi lokal di masa mendatang.