JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Awal musim MotoGP 2026 menjadi periode yang sangat penuh tantangan bagi tim pabrikan asal Jepang, Yamaha.
Transisi besar-besaran dari mesin inline-four menuju konfigurasi mesin V4 ternyata tidak berjalan semulus rencana awal mereka.
Pabrikan berlogo garpu tala ini sedang berupaya keras untuk kembali kompetitif di barisan depan.
Namun, realita di lintasan menunjukkan bahwa proses adaptasi teknologi baru ini memakan waktu lama.
BACA JUGA:MotoGP Hapus Slot Wildcard di 2027, Pebalap Test Hanya Bisa Turun Jika Rider Utama Cedera
Tim terus bekerja ekstra untuk mengatasi segala hambatan teknis yang muncul saat ini.
Massimo Meregalli, selaku bos tim Yamaha MotoGP, memberikan pernyataan jujur mengenai kondisi tim saat ini.
Ia mengakui bahwa pengembangan proyek mesin V4 jauh lebih berat dari ekspektasinya.
Meregalli sempat mengira bahwa proses pengerjaan mesin tersebut akan sedikit lebih mudah untuk dijalankan.
BACA JUGA:5 Teknologi MotoGP yang Kini Sudah Hadir di Motor Harian, Nomor 3 Paling Kerasa!
Sayangnya, Yamaha justru menghadapi rintangan yang tidak terduga di jalur pengembangan motor tersebut.
Hal ini secara otomatis memperlambat proses peningkatan performa motor di lintasan balap.
Meskipun menghadapi kesulitan, Meregalli menegaskan bahwa semangat kerja tim tetap sangat tinggi.
Kehadiran mesin baru ini justru memberikan dorongan motivasi serta energi positif bagi personel.
BACA JUGA:Aprilia Ungkap Wujud RS-GP 850cc di Tes MotoGP Jerez, Lorenzo Savadori Pimpin Uji Coba Perdana