Suzuki Si Motor Underrated yang Bensinnya Irit, Kenapa Kalah dari Honda dan Yamaha?

Kamis 07-05-2026,08:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM --- Di tengah ketatnya persaingan motor matic di Indonesia, nama Suzuki sering kali tenggelam di balik dominasi Honda dan Yamaha.

Padahal, jika bicara soal efisiensi bahan bakar, pabrikan asal Jepang ini justru punya catatan yang tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, beberapa modelnya dikenal sangat irit dan cocok untuk penggunaan harian yang hemat.

Salah satu contoh paling mencolok datang dari lini Suzuki Nex. Motor seperti Nex II dan Nex Crossover kerap disebut sebagai salah satu skutik paling irit di kelasnya.

Sebelumnya, Suzuki Nex FI bahkan pernah mencatatkan rekor konsumsi bahan bakar yang diakui secara nasional, menunjukkan betapa seriusnya Suzuki dalam menghadirkan efisiensi.

BACA JUGA:Suzuki Address FI 2026: Fakta Menarik Skutik Simpel yang Ternyata Punya Banyak Keunggulan Tersembunyi

BACA JUGA:Suzuki Shogun Legendaris: Motor Bebek Tangguh, Kencang, dan Ikonik yang Pernah Mengguncang Jalanan Indonesia

Dalam penggunaan harian, banyak pengguna mengakui konsumsi BBM-nya bisa menyaingi, bahkan melampaui kompetitor di kelas 110–125cc. Namun, jika Suzuki punya keunggulan dalam efisiensi murni, kenapa justru kalah populer?

Jawabannya ada pada kombinasi faktor yang lebih luas dari sekadar irit bensin. Di sisi lain, Honda tampil sangat kuat lewat model seperti BeAT, Genio, hingga Scoopy.

Motor-motor ini tidak hanya dikenal irit, bahkan sering mencatat konsumsi di kisaran 60 km/liter, tetapi juga unggul dalam hal jaringan servis, ketersediaan sparepart, dan kepercayaan konsumen yang sudah terbentuk lama.

BACA JUGA:Dari Mesin Tenun ke Raja Motor Dunia: Sejarah Suzuki dan Motor Pertamanya di Dunia

BACA JUGA:Mengenal Ciri Khas Motor Yamaha, Honda, Suzuki, dan Kawasaki

Tak hanya itu, harus diakui juga jika nama besar atau brand image dengan sebutan motor sejuta umat membuat Honda semakin sulit tergoyahkan.

Sementara itu, Yamaha bermain di sisi teknologi dan desain. Lewat pendekatan Blue Core dan sentuhan hybrid seperti yang ada pada Fazzio, Yamaha mencoba menawarkan efisiensi tanpa mengorbankan performa.

Hasilnya, konsumsi bahan bakar tetap kompetitif, namun dengan pengalaman berkendara yang terasa lebih modern dan bertenaga.

Di titik inilah Suzuki mulai tertinggal. Meski irit, banyak produknya dianggap kurang “menjual” dari segi desain, fitur, hingga strategi pemasaran.

Kategori :