Dalam regulasi MotoGP, pembalap hanya diperbolehkan melakukan satu kali akselerasi secara berkelanjutan tanpa berhenti kembali.
Aksi Zarco dinilai melanggar Pasal 3.3.2.2 regulasi Grand Prix yang sebelumnya sudah disosialisasikan kepada semua tim.
Pelanggaran itu tercatat terjadi pada 8 Mei 2026 pukul 11.36 waktu setempat di Le Mans.
BACA JUGA:Honda Uji Fairing Baru RC213V di Misano, Johann Zarco Tunjukkan Perubahan Aerodinamis
Johann Zarco Selamat dari Penalti Grid, Tapi Tetap Kena Denda
Beruntung bagi Johann Zarco, hukuman yang diterima tidak terlalu merusak peluang balapannya akhir pekan ini.
Stewards tidak memberikan penalti posisi start maupun pengurangan poin klasemen.
Namun pembalap Honda tersebut tetap dijatuhi sanksi berupa denda finansial sebesar 1.000 Euro.
Keputusan itu menunjukkan FIM masih mengedepankan pendekatan preventif dibanding hukuman berat karena insiden dianggap tidak sampai menyebabkan kecelakaan.
Meski begitu, peringatan ini menjadi sinyal keras bahwa MotoGP kini makin ketat soal prosedur keselamatan di lintasan.
Apalagi area practice start sering menjadi titik rawan karena banyak motor keluar masuk dengan kecepatan berbeda.
BACA JUGA:MotoGP 2027 Bakal Gunakan Mesin 850 cc, Johann Zarco Jadi Rider Pertama yang Pasti Ikut
Luca Marini Malah Apes Gara-Gara Motor Bermasalah
Di saat Zarco terkena masalah regulasi, rekan sesama rider Honda yaitu Luca Marini juga mengalami situasi kurang ideal.
Marini sebenarnya sempat tampil sangat cepat dan bahkan mencetak waktu terbaik menggunakan ban baru.
Sayangnya, kendala teknis pada motor membuatnya gagal mengikuti sesi practice start hingga harus kembali ke garasi lebih awal.
Perbedaan situasi antara Zarco dan Marini kini menjadi perhatian tim teknis Honda di Le Mans.
Honda tak hanya dituntut tampil kompetitif, tetapi juga wajib memastikan semua prosedur dan regulasi dipatuhi secara sempurna.