MOTOREXPERTZ.COM --- Aktivitas mengantar anak sekolah atau berkendara santai menggunakan sepeda motor sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak keluarga. Namun, kebiasaan membonceng anak di posisi depan masih menjadi perdebatan karena dinilai menyimpan risiko keselamatan yang cukup tinggi.
PT Indako Trading Coy sebagai main dealer Honda Indonesia di wilayah tersebut menyoroti pentingnya pemahaman orang tua terkait posisi aman saat membonceng anak.
Secara regulasi, Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Pasal 106 mengatur bahwa sepeda motor hanya diperuntukkan untuk maksimal dua orang. Namun lebih dari sekadar aturan, aspek keselamatan anak menjadi perhatian utama. Dalam banyak kasus, posisi duduk di depan pengendara dianggap kurang ideal karena tidak memberikan perlindungan optimal saat terjadi pengereman mendadak atau kondisi darurat di jalan.
BACA JUGA:Sah! Tech3 dan KTM Lanjutkan Kerja Sama, Bagaimana Nasib Slot Pembalap Musim 2027?
BACA JUGA:Makin Sengit! Perubahan Regulasi Terbaru WorldSBK Resmi Dirilis, Ini Aturan Barunya
Ini Alasan Mengapa Membonceng Anak di Depan Motor Dinilai Berisiko bagi Keselamatan--Yamaha Fortuna Motor
Risiko Fisik hingga Gangguan Kendali Motor
Dari sisi keselamatan, anak yang duduk di depan berisiko terjepit antara tubuh pengendara dan stang saat terjadi pengereman mendadak.
Selain itu, posisi ini membuat anak lebih terpapar angin, debu, dan polusi yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Tidak hanya itu, ruang gerak pengendara juga menjadi lebih terbatas sehingga memengaruhi kemampuan bermanuver serta pandangan ke jalan yang sangat penting untuk menghindari potensi bahaya.
BACA JUGA:Seru! Perdana Digelar, CLASSY Ride & Chill 2026 Bali Diramaikan 500+ Bikers
BACA JUGA:Masuk Top 10 di Hungaria, Aldi Satya Mahendra Pede Hadapi WorldSSP 2026 Ceko
Interaksi Anak dengan Kontrol Motor dan Imbauan Ahli
Posisi depan juga meningkatkan risiko anak tanpa sengaja menyentuh tombol seperti klakson, lampu sein, hingga kunci kontak yang dapat mengganggu pengendara lain.
“Kami sangat memahami keinginan orang tua untuk selalu bisa memantau si kecil, namun membonceng di posisi depan sebenarnya memberikan risiko tambahan yang perlu kita antisipasi agar tetap #cari_aman,” ujar Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy, Wan Muhammad Fahreza.
Ia menambahkan bahwa posisi duduk di belakang dengan perlengkapan keselamatan seperti helm anak dan sabuk bonceng lebih direkomendasikan untuk menjaga stabilitas dan keamanan perjalanan.