Motor Jadi Lemah Setelah Kehujanan? Ini Penyebabnya

Senin 01-06-2026,06:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM ---  Banyak pengendara motor pernah mengalami performa kendaraan tiba-tiba menurun setelah kehujanan.

Motor terasa brebet, tarikan menjadi berat, bahkan kadang sulit digas seperti biasanya. Kondisi ini memang cukup umum terjadi, terutama pada motor yang sering digunakan dalam cuaca ekstrem atau melewati genangan air.

Sayangnya, masih banyak orang menganggap masalah tersebut sepele dan hanya efek sementara akibat mesin basah. Padahal, motor yang mendadak lemah setelah kehujanan bisa menjadi tanda ada beberapa komponen yang terganggu akibat air atau kelembapan berlebih.

Salah satu penyebab paling sering terjadi adalah bagian busi yang mulai basah atau lembap. Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran mesin.

BACA JUGA:Waspada Saat Hujan Deras! Kenali Bahaya Aquaplaning dan Cara Aman Berkendara Motor di Jalan Basah

BACA JUGA:Kocak! Pemotor Ini Lakukan Adegan Avatar untuk Hentikan Hujan Deras, Dijawab Petir Langsung Kicep

Ketika area busi terkena air atau kelembapan tinggi, percikan api bisa menjadi tidak stabil. Akibatnya, pembakaran di ruang mesin tidak berjalan sempurna dan motor terasa brebet saat digas.

Selain busi, filter udara juga menjadi komponen yang cukup rentan saat motor kehujanan. Jika filter udara kemasukan air, suplai udara menuju ruang pembakaran akan terganggu.

Mesin pun menjadi seperti “sesak napas” karena campuran udara dan bahan bakar tidak lagi ideal. Dampaknya, tenaga motor terasa lemah dan respons gas menjadi lambat.

Masalah lain yang cukup sering terjadi ada pada sistem kelistrikan motor. Air hujan bisa masuk ke soket kabel atau konektor tertentu, terutama jika kondisi pelindung kabel sudah mulai longgar. Ketika koneksi kelistrikan terganggu, pengapian mesin menjadi tidak maksimal sehingga performa motor ikut menurun.

BACA JUGA:Rahasia Agar Karburator Tetap Awet dan Aman dari Kotoran Saat Hujan

BACA JUGA:Musim Hujan Mulai Datang, Awas! Jangan Sampai Motor Kalian Terjadi Korsleting

Pada motor injeksi, sensor-sensor elektronik juga bisa terpengaruh oleh kelembapan berlebih. Walaupun sebagian besar komponen sudah dirancang tahan air, kondisi motor yang terlalu sering terkena hujan deras atau genangan tetap bisa memicu gangguan sementara pada sistem elektronik.

Tidak sedikit juga motor yang terasa lemah setelah melewati banjir atau genangan tinggi. Air yang masuk ke area CVT pada motor matik misalnya, dapat membuat tarikan terasa berat dan tidak responsif. Jika air bercampur dengan debu atau kotoran, komponen CVT bahkan bisa menjadi lebih cepat aus.

Rantai motor juga dapat memengaruhi performa setelah kehujanan. Air hujan yang menempel terlalu lama dapat menghilangkan pelumas pada rantai sehingga gesekan menjadi lebih kasar. Akibatnya, motor terasa kurang ringan saat dikendarai.

Kategori :