Lumayan jauh tuh, bradsis. Bahkan beberapa motor listrik yang harganya lebih mahal kadang belum tentu bisa segitu.
Kinetic DX juga punya tiga mode berkendara yaitu Range, Power, dan Turbo.
Mode Range cocok buat hemat baterai dengan kecepatan santai sekitar 50 km/jam. Nah kalau mau lebih responsif, tinggal pindah ke mode Power.
Tapi kalau lagi pengen sok jadi pembalap Formula E pas lampu merah berubah hijau, mode Turbo siap kasih tenaga paling galak dengan respons gas lebih spontan.
Fitur Kinetic DX Bikin Motor Entry-Level Mulai Minder
Nah ini bagian yang bikin motor listrik lain mulai panas dingin, bikers.
Kinetic DX ternyata punya fitur yang biasanya muncul di motor kelas lebih mahal. Salah satunya cruise control.
Iya, cruise control di motor listrik entry-level. Sesuatu yang masih jarang banget ditemui sekarang.
Selain itu, motor ini juga dibekali layar digital gede ukuran 8,8 inci lengkap dengan konektivitas Bluetooth dan speaker bawaan.
Jadi bukan cuma motor listrik, tapi bisa sekalian jadi speaker berjalan buat nemenin riding santai sore hari.
Varian tertinggi DX+ bahkan lebih liar lagi fiturnya. Ada sistem telematika bernama Telekinetic yang memungkinkan fitur vehicle tracking, geo-fencing, sampai Find My Kinetic.
Kalau motor lupa parkir di mana atau dipinjam teman yang suka “lupa pulang”, fitur ini jelas berguna banget.
Kinetic juga menyematkan fitur Easy Charge. Sistem chargernya sudah menyatu langsung di bodi motor sehingga pengguna tidak perlu ribet bawa adaptor tambahan.
Simple, praktis, dan cocok buat kaum mager nasional.
BACA JUGA:Kawasaki W175 2026: Motor Retro Klasik Bergaya Elegan, Motor Murah Kawasaki yang Bikin Penasaran
Handling Ringan, Tapi Suspensinya Masih Agak Keras
Untuk urusan handling, Kinetic DX terasa cukup ringan dan lincah dipakai selap-selip kemacetan kota.