Sanksi turun satu posisi dianggap jauh lebih adil dibandingkan penalti long lap.
Ia juga menyoroti kinerja jajaran steward yang dinilai jauh lebih agresif sepanjang musim 2026.
BACA JUGA:Podium di MotoGP Hungaria 2026, Pecco Bagnaia Akui Ducati GP26 Masih Banyak PR
Regulasi baru tahun ini terbukti menghasilkan jauh lebih banyak hukuman bagi para pembalap.
Regulasi ketat tersebut dinilai merubah dinamika kompetisi balap motor kasta tertinggi ini.
Nasib sial pembalap bernomor start 23 ini tidak berhenti sampai di tikungan pertama saja.
Enea Bastianini kembali menerima hukuman penalti long lap kedua dari pengawas balapan.
Sanksi berat ini dijatuhkan setelah dirinya kedapatan memotong jalur di area tikungan chicane.
Steward menilai sang pembalap tidak memotong durasi waktu satu detik penuh setelah memotong lintasan.
Enea Bastianini berdalih bahwa dirinya sudah mencoba melambatkan motor demi mematuhi regulasi interogasi keuntungan.
Bahkan, ia juga sudah merelakan posisinya direbut oleh Toprak Razgatlioglu.
BACA JUGA:Sering Dikira Aki Soak, Ternyata Ini Penyebab Motor Matic Susah Distarter
Bastianini mengungkapkan bahwa jalannya balapan di Sirkuit Balaton Park akhir pekan lalu terasa sangat aneh.
Ia sempat mengira balapan akan dihentikan menyusul kecelakaan massal yang melibatkan Jorge Martin.
Kejadian mengerikan di awal balapan itu sempat membuat mental para pembalap terguncang.
Masalah teknis pada sektor pengereman juga sempat mempersulit laju motor Tech3 miliknya sebelum insiden terjadi.