JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, angkat bicara mengenai wacana larangan penggunaan komponen ride height device.
Isu krusial ini kembali mencuat setelah insiden kecelakaan massal di tikungan pertama MotoGP Hungaria 2026.
Tabrakan berantai tersebut melibatkan sejumlah pembalap di Sirkuit Balaton Park.
Pembalap anyar Aprilia, Jorge Martin, kehilangan kendali motor saat melakukan pengereman keras di tikungan awal.
Pembalap asal Spanyol tersebut kemudian menabrak rekan setimnya sendiri, Marco Bezzecchi.
Insiden fatal ini juga ikut menyeret pembalap tim satelit Trackhouse, Raul Fernandez.
Selain Aprilia, Fabio Di Giannantonio dan Fermin Aldeguer juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini menjadi insiden besar kedua di tikungan pertama dalam tiga seri terakhir balapan.
BACA JUGA:Motor Listrik TVS iQube S Makin Eksis, Puluhan Pengguna Riding Bareng di Bandung
Sebelumnya, kecelakaan serupa yang melibatkan Johann Zarco juga sempat terjadi di Sirkuit Barcelona.
Rentetan kecelakaan horor ini memicu perdebatan sengit mengenai percepatan larangan perangkat pengatur ketinggian motor.
Sejumlah pihak mendesak agar regulasi pembatasan komponen tersebut segera diterapkan setelah jeda musim panas.
Langkah penyelamatan lain yang diusulkan adalah penataan ulang jarak antarpembalap di posisi start.
Pembalap veteran Jack Miller menjadi salah satu sosok yang vokal menuntut penghapusan teknologi tersebut.
Namun, Massimo Rivola dengan tegas meminta semua pihak untuk bersikap tenang dan hati-hati.