Pria asal Italia tersebut menilai bahwa tindakan reaktif tanpa evaluasi mendalam adalah sebuah kesalahan.
Rivola menjelaskan bahwa dirinya secara historis memang kurang menyukai keberadaan komponen pengatur ketinggian mekanis itu.
BACA JUGA:Podium di MotoGP Hungaria 2026, Pecco Bagnaia Akui Ducati GP26 Masih Banyak PR
Kendati demikian, ia mengingatkan bahaya jika regulasi diubah secara mendadak tanpa pengujian matang.
Jika perangkat itu dilarang tanpa tes, potensi risiko kecelakaan baru justru dikhawatirkan bisa meningkat.
Bos pabrikan Noale ini juga mengajukan solusi alternatif untuk meningkatkan faktor keselamatan para pembalap.
Menurut pandangannya, mengurangi kepadatan rombongan pembalap di tikungan pertama jauh lebih efektif membantu mencegah tabrakan.
Langkah pengujian berkali-kali tanpa perangkat tersebut harus dilakukan terlebih dahulu sebelum keputusan resmi diambil.
Terkait pemicu kecelakaan, Rivola secara terbuka melemparkan kesalahan penuh kepada sang juara dunia, Jorge Martin.
Ia menyatakan bahwa blunder fatal di awal balapan tersebut merupakan kesalahan amatir yang tidak layak dilakukan.
Akibat kecerobohan tersebut, Jorge Martin dijatuhi hukuman penalti double long lap pada seri berikutnya.
BACA JUGA:Sering Dikira Aki Soak, Ternyata Ini Penyebab Motor Matic Susah Distarter
Rivola juga membantah argumen yang menyebut bahwa motor modern saat ini sangat sulit melakukan manuver menyalip.
Ia memberikan contoh performa gemilang Ai Ogura yang selalu sukses melewati banyak pembalap di setiap balapan.
Kesuksesan tersebut diraih menggunakan motor Aprilia, yang membuktikan bahwa kualitas pembalap adalah kunci utama.