MOTOREXPERTZ.COM --- Motor bekas masih menjadi pilihan menarik bagi banyak orang karena harganya lebih terjangkau dibanding unit baru.
Kamu bisa mendapatkannya melalui diler maupun marketplace online dengan beragam pilihan sesuai anggaran.
Meski demikian, kondisi mesin tetap harus menjadi perhatian utama sebelum transaksi dilakukan. Salah satu komponen yang kerap luput dari pemeriksaan adalah pompa oli.
Padahal, kerusakan pada bagian ini dapat berdampak serius karena sistem pelumasan tidak bekerja optimal dan berisiko mempercepat keausan komponen mesin.
Tanda Awal yang Perlu Diperhatikan
Mendeteksi pompa oli yang mulai melemah memang tidak mudah. Pada tahap awal, gejalanya sering kali tidak terasa saat motor digunakan sehari-hari.
Kerusakan biasanya baru terungkap ketika muncul suara kasar dari area head silinder. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa noken as mulai mengalami keausan akibat suplai oli yang tidak lagi mengalir dengan baik ke bagian atas mesin.
Cek Filter Oli Saat Servis
Beberapa pemeriksaan sederhana yang bisa kamu lakukan meliputi:
- Perhatikan kondisi filter oli saat penggantian oli mesin.
- Cek adanya endapan kotoran berlebih pada sistem pelumasan.
- Dengarkan suara mesin saat langsam maupun ketika digas.
- Pastikan riwayat servis rutin masih terjaga.
Filter oli yang terlalu kotor sering menjadi petunjuk adanya penumpukan kerak atau endapan di dalam mesin. Jika motor sudah berusia lebih dari lima tahun, pemeriksaan pompa oli sebaiknya dilakukan lebih teliti untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
Biaya Murah, Risiko Kerusakan Mahal
Pompa oli yang rusak dapat menyebabkan oli gagal mencapai head silinder sehingga gesekan antarkomponen meningkat.
Dalam kondisi tertentu, noken as yang tergores harus diganti dengan komponen baru. Kabar baiknya, harga satu set pompa oli tergolong terjangkau, berkisar Rp50 ribu hingga Rp200 ribu tergantung jenis motor.
Angka tersebut jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan mesin akibat kerusakan pelumasan yang dibiarkan terlalu lama.