Delvintor terus menempel ketat dari posisi kedua. Ia berkali-kali mencoba mencari celah untuk menyalip Diva dari beberapa racing line berbeda.
Di belakang keduanya, Witsarut Salangam juga masih berada di rombongan depan. Situasi ini membuat tekanan terhadap Diva tidak pernah benar-benar mengendur.
Sepanjang balapan, Diva harus menjaga fokus penuh. Sedikit saja membuat kesalahan, posisi pertama bisa langsung terancam.
Namun, di sinilah ketenangan Diva terlihat. Ia mampu menjaga tempo, mempertahankan jalur, dan memanfaatkan karakter Ducati Desmo450 MX yang kuat saat keluar tikungan.
Duel Sengit Diva vs Delvintor--Ducati MX Team ID
Tikungan Terakhir Bikin Penonton Deg-degan
Duel Diva dan Delvintor mencapai puncaknya di tikungan terakhir sebelum garis finis. Delvintor mencoba melakukan serangan terakhir untuk merebut kemenangan. Manuver itu membuat suasana lintasan semakin tegang.
Namun, Diva tidak panik. Ia tetap menjaga posisinya dan mampu menutup celah dengan rapi. Akhirnya, Diva menyentuh garis finis paling depan dan memastikan kemenangan Race 2. Delvintor harus puas finis kedua, sementara Witsarut Salangam melengkapi podium ketiga.
"Saya sangat bersyukur bisa meraih kemenangan sempurna di Qualifying Race, Race 1, dan Race 2 tentu bukan hal yang mudah karena persaingan sangat ketat. Delvintor dan Witsarut terus memberikan tekanan hingga lap terakhir, terutama di Race 2," ucap Diva Ismayana, Rider Ducati MX Team Indonesia.
"Saya hanya berusaha tetap tenang, fokus dengan strategi yang sudah disiapkan tim, dan memaksimalkan performa Ducati Desmo450 MX sampai garis finis. Terima kasih untuk seluruh kru tim dan semua pihak yang selalu mendukung saya," lanjutnya.
Hilman Berjuang dari Belakang
Nasib berbeda dialami Hilman Maksum di Race 2. Start yang kurang ideal membuatnya harus bekerja ekstra keras sejak awal balapan.
Hilman sempat tercecer ke rombongan belakang. Meski begitu, ia tidak kehilangan arah dan perlahan mulai memperbaiki posisi.
Perjuangannya tidak mudah karena ia harus melewati beberapa pembalap di rombongan tengah. Hilman juga sempat terlibat pertarungan ketat dengan Farhan Hendro dan Muhammad Excel.
Dengan ritme yang stabil, Hilman akhirnya berhasil naik ke posisi keempat dan mempertahankannya hingga finis.
Dua kali finis keempat membuat Hilman mengumpulkan 36 poin dari Race 1 dan Race 2. Meski belum sesuai target, hasil ini tetap menunjukkan konsistensi penting bagi Ducati MX Team Indonesia.