BACA JUGA:Mahasiswa ITB Kembangkan SADAR Helmet Berbasis IoT untuk Cegah Microsleep
"Dua kali finis di posisi keempat memang belum sesuai target, tetapi saya melihat banyak hal positif dari balapan kali ini. Di Race 2 saya harus berjuang dari posisi belakang setelah start yang kurang maksimal, namun perlahan saya coba kejar," ungkap Hilman Maksum, Rider Ducati MX Team Indonesia.
"Saat balapan, saya sempat mengalami keram di tangan, mungkin karena saya kurang enjoy, kurang rileks, dan terlalu tegang, namun saya tetap berusaha konsisten dan akhirnya bisa finis di posisi empat," tambah dia.
Sementara itu, Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, menilai hasil di Sumedang punya arti penting bagi tim.
"Bagi kami, kemenangan di Sumedang bukan sekadar soal meraih podium tertinggi. Yang lebih penting adalah membangun sebuah standar bahwa Ducati MX Team Indonesia hadir dengan budaya kerja, persiapan, dan mentalitas juara. Fokus kami adalah menciptakan ekosistem di mana pembalap, kru, dan seluruh tim berkembang bersama," kata Johny.
"Hal ini memvalidasi bahwa arah yang kami pilih sudah benar. Ducati MX Team Indonesia sedang membangun sebuah program jangka panjang, yang mampu menjadi tolok ukur profesionalisme dan performa di motocross Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa Ducati Desmo450 MX dapat bersaing di level tertinggi secara konsisten," tutupnya.