MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak pemilik motor yang bertanya mengapa ban tubeless belum menjadi pilihan utama pada motor trail.
Padahal, teknologi tersebut sudah digunakan secara luas pada motor harian karena lebih praktis saat mengalami kebocoran.
Faktanya, sebagian besar motor trail standar pabrikan tetap menggunakan ban tipe tube type atau ban dalam yang dipadukan dengan pelek jari-jari.
Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan disesuaikan dengan karakter penggunaan motor trail yang harus mampu menghadapi medan ekstrem, mulai dari jalan berbatu, tanah berlumpur, hingga lompatan saat melintasi jalur off-road.
BACA JUGA:Juara Safety Riding Regional 2026 Siap Wakili Wahana Honda ke Tingkat Nasional
Balap Motocross, Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2023 di Sanggau--Yamaha Indonesia
Ban Tubeless Kurang Ideal untuk Motor Trail
Motor trail dirancang untuk menghadapi benturan yang jauh lebih besar dibandingkan motor jalan raya. Saat digunakan untuk jumping dan mendarat (landing), ban menerima tekanan yang sangat tinggi sehingga berisiko terlepas dari bibir pelek apabila menggunakan sistem tubeless.
Karena itulah, kombinasi ban dalam dan pelek jari-jari dinilai lebih aman serta mampu mempertahankan posisi ban ketika digunakan di medan berat.
Pelek Jari-Jari Lebih Fleksibel
Selain jenis bannya, pelek yang digunakan juga menjadi alasan utama. Karakter pelek jari-jari lebih lentur sehingga mampu menyerap benturan saat melewati jalur ekstrem.
Berbeda dengan pelek cast wheel atau pelek racing yang lebih kaku dan memiliki potensi retak atau rusak ketika menerima hantaman keras secara berulang.
BACA JUGA:Yamaha Gear Ultima Tuntaskan Ekspedisi 2.740 Km Keliling Sulawesi, Konsumsi BBM Irit Parah!
BACA JUGA:Warna Busi Motor Hitam Pekat Bisa Ungkap Kondisi Mesin, Begini Cara Membacanya
Apa Itu Ban Dalam Heavy Duty?
Ban dalam yang digunakan pada motor trail juga memiliki spesifikasi berbeda dibandingkan motor biasa.
Umumnya, motor trail memakai ban dalam tipe heavy duty yang memiliki material lebih tebal sehingga lebih tahan terhadap gesekan, panas, dan risiko sobek saat digunakan di medan off-road.