MOTOREXPERTZ.COM -- Honda HRC Castrol mulai bergerak menyusun kekuatan baru untuk menghadapi MotoGP 2027. Pabrikan berlogo sayap mengepak itu resmi menunjuk Mikihiko Kawase sebagai manajer tim baru.
Keputusan tersebut sekaligus menjawab tanda tanya besar soal siapa sosok yang akan menggantikan Alberto Puig di kursi manajer tim Honda HRC Castrol pada musim mendatang.
Sebelumnya, nama Davide Brivio sempat ramai dikaitkan dengan Honda. Apalagi Brivio sudah dipastikan meninggalkan Trackhouse Aprilia pada akhir musim 2026.
Namun, Honda akhirnya memilih jalur berbeda. Bukan merekrut nama besar dari luar, HRC justru mempercayakan posisi penting tersebut kepada orang dalam yang sudah lama memahami dapur tim.
BACA JUGA:Dukung Mobilitas Tim Medis di JAKIM 2026, Wahana Honda Kerahkan Puluhan Unit Motor Listrik
Alberto Puig Tetap Ada di Struktur Honda
Keputusan pergantian kepemimpinan ini bukan berarti Alberto Puig benar-benar meninggalkan Honda.
Puig yang menjabat sebagai manajer tim Honda sejak 2018 akan bergeser ke peran penasihat mulai 2027.
Dalam posisi barunya, Puig tetap akan membantu proyek balap Honda, baik di MotoGP maupun WorldSBK.
Langkah ini terasa cukup masuk akal, mengingat Honda tetap membutuhkan pengalaman Puig, terutama saat mereka bersiap menghadapi perubahan besar regulasi MotoGP 2027.
Dengan begitu, proses transisi di dalam tim bisa berjalan lebih rapi. Kawase mendapat ruang untuk memimpin, sementara Puig tetap memberi dukungan dari sisi pengalaman dan strategi.
BACA JUGA:Ducati DesertX V2 2026 Meluncur di Indonesia, Ini Ubahannya!
Mikihiko Kawase, Orang Dalam yang Paham Dapur HRC
Nama Mikihiko Kawase mungkin belum terlalu akrab di telinga sebagian penggemar MotoGP. Namun di lingkungan Honda Racing Corporation, Kawase bukanlah sosok baru.
Ia sudah bergabung dengan HRC sejak 2012 dan punya pengalaman panjang di berbagai proyek balap Honda.
Sebelum dipercaya menjadi manajer tim Honda HRC Castrol, Kawase sempat memimpin proyek Moto3. Setelah itu, ia naik menjadi manajer teknis MotoGP pada 2024.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting buat Kawase. Ia tidak hanya memahami kultur kerja Honda, tetapi juga tahu betul bagaimana proses pengembangan motor balap berjalan dari sisi teknis.