Peletakan strategis tepat di belakang kompartemen kemudi ini bertujuan untuk memusatkan bobot motor.
Desain ini sukses memperpendek saluran udara bertekanan menuju ruang plenum chamber.
Komponen tersebut berfungsi menyamakan tekanan udara sebelum masuk ke tiga lubang throttle body.
Posisinya yang memakan ruang membuat rumah filter udara harus digeser ke sisi kanan bodi.
Hal ini menghasilkan tampilan desain motor yang asimetris dan unik.
Ketika menyaring udara, sistem menyediakan dua jalur alternatif menuju ruang pembakaran internal.
Jalur pertama terhubung ke kompresor, sedangkan saluran kedua langsung menuju area plenum.
Katup elektronik otomatis akan menutup jalur kedua saat supercharger aktif memompa udara.
Cara kerja dinamis ini tidak akan membebani kinerja mesin saat tekanan besar tidak diperlukan.
Sistem on-demand ini membuat pabrikan tidak perlu menyematkan baterai berukuran besar.
BACA JUGA:Tiket MotoGP Mandalika 2026 Mulai Dijual, Buruan! Ada Diskon Hingga 50 Persen
Bobot keseluruhan kendaraan pun tetap terjaga dalam batas yang sangat ideal.
Menariknya, dokumen paten mengindikasikan teknologi ini juga disiapkan untuk konfigurasi mesin lainnya.
Honda menyebut potensi pengaplikasian pada mesin V-twin, V-4, hingga V-6 di masa depan.
Bahkan, skema mesin V-5 dijelaskan secara rinci dengan tata letak silinder yang sangat spesifik.