Dalam paten tersebut dijelaskan bahwa helm dapat meminta konfirmasi apakah pengendara masih fokus dan sadar penuh.
Apabila tidak ada respons dalam waktu tertentu, sistem dapat mengubah karakteristik kendaraan secara otomatis.
Kemampuan tersebut mencakup pembatasan performa hingga pengurangan kecepatan kendaraan untuk meningkatkan keselamatan.
Teknologi ini dinilai bermanfaat bagi pengendara yang menempuh perjalanan panjang atau melintasi medan berat.
Kelelahan sering kali tidak disadari hingga berdampak pada kemampuan mengambil keputusan saat berkendara.
Karena itu, sistem pemantauan otomatis dianggap mampu menjadi lapisan perlindungan tambahan.
Selain fitur keselamatan, Polaris juga menyertakan berbagai konsep teknologi pendukung lainnya.
Salah satunya adalah sistem pemantauan rombongan yang memungkinkan posisi setiap pengendara tetap terkontrol.
Pengguna akan menerima notifikasi apabila bergerak terlalu jauh dari pemimpin kelompok.
Helm juga dapat mengatur pencahayaan yang tersinkronisasi antaranggota rombongan selama perjalanan.
Fitur tersebut berpotensi meningkatkan visibilitas sekaligus koordinasi saat touring bersama.
Polaris turut mengembangkan visor berpemanas dengan teknologi nirkabel untuk penggunaan di cuaca dingin.
Selain itu, tersedia sistem pemanas area pernapasan guna mencegah embun dan gangguan pada mikrofon komunikasi.
Modul elektronik yang dapat dilepas memungkinkan pengguna menambahkan fitur sesuai kebutuhan.