MOTOREXPERTZ.COM --- Melakukan remap ECU standar belakangan ini memang lagi menjadi tren yang sangat panas di kalangan para Bikers tanah air. Banyak pemilik motor tergiur dengan janji kenaikan tenaga secara instan tanpa perlu repot melakukan bore up mesin. Cukup colok laptop ke soket OBD motor, mekanik bisa langsung mengubah kurva pengapian dan semprotan bensin, Bradsis. Alhasil, limiter RPM bawaan pabrik yang awalnya membatasi kecepatan bisa digeser menjadi jauh lebih tinggi dari standarnya. Namun di balik pesona tenaga yang mendadak galak tersebut, ada bahaya laten yang mengintai motor kesayangan kamu. Jangan sampai kamu cuma ikut-ikutan tren modifikasi tanpa memahami apa saja risiko jangka panjang yang wajib ditanggung. Yuk, kita bedah bersama apa saja efek samping negatif serta estimasi biaya resmi proses remap ini, Bradsis. BACA JUGA:Bukan Cuma Ganti Knalpot Racing, Ini 5 Langkah Upgrade Performa Motor 150cc Tanpa Bikin Bensin Boros Efek samping pertama yang wajib diwaspadai oleh para Bikers adalah penurunan drastis durabilitas part internal di dalam mesin. Pabrikan motor merancang komponen seperti kruk as, piston, dan klep dengan batas toleransi putaran mesin tertentu, Bradsis. Ketika limiter RPM digeser terlalu tinggi, komponen-komponen tersebut akan dipaksa bekerja keras melewati batas kemampuan aslinya. Gesekan yang terjadi di dalam dinding silinder menjadi sangat ekstrem dan membuat suhu mesin cepat sekali memanas. Jika dilakukan terus-menerus setiap hari, risiko piston macet atau setang seher patah bakal mengintai motor kamu, Bradsis. BACA JUGA:Punya Motor Sport Bukan Cuma Soal Gaya, Bagian Ini Wajib Dirawat Agar Performa Tetap Prima Bukan rahasia lagi kalau pengen motor makin bertenaga, pasokan bensin ke ruang bakar juga harus dibuat lebih kaya. Saat proses remap dilakukan, mekanik akan memperlama durasi semprotan injector agar campuran udara dan bensin menjadi padat.1. Umur Pakai Komponen Mesin Menjadi Jauh Lebih Pendek
2. Konsumsi Bahan Bakar Minyak Otomatis Menjadi Lebih Boros
Kategori :