Efek instannya memang tarikan motor terasa sangat menjambak sejak putaran bawah hingga menyentuh batas limiter baru, Bradsis.
Namun sebagai konsekuensinya, jangan kaget kalau jarum indikator bensin di panel instrumen kamu bakal lebih cepat turun.
Bagi Bikers yang mengutamakan efisiensi pengeluaran harian, ubahan ekstrim seperti ini tentu wajib dipertimbangkan matang-matang kembali.
BACA JUGA:Honda Stylo 160 vs Yamaha Grand Filano: Pilih Skutik Klasik Performa Tinggi atau Fungsional?
3. Risiko Kerusakan Permanen pada Perangkat Keras ECU
Proses menyuntikkan data baru ke dalam IC memori ECU standar bawaan pabrik bukanlah perkara mudah tanpa risiko.
Jika alat *software* yang digunakan mengalami *crash* atau kabel konektor terlepas di tengah jalan, akibatnya bisa fatal.
ECU motor bisa mengalami kondisi *brick* alias mati total dan tidak bisa merespon sistem kelistrikan sama sekali, Bradsis.
Kalau sudah begini, satu-satunya solusi paling solutif adalah mengganti unit ECU baru yang harganya menguras kantong dompet.
Oleh karena itu, jangan pernah tergiur harga murah dan selalu pilih bengkel spesialis yang sudah terpercaya kualitasnya.
BACA JUGA:Benelli Leoncino 500: Motor Retro Modern yang Diam-Diam Punya Performa Buas dan Aura Motor Premium
4. Hangusnya Masa Garansi Resmi dari Pihak Pabrikan
Bagi Bradsis yang baru saja membeli motor gres dari dealer, poin keempat ini wajib banget kamu perhatikan baik-baik.
Pihak pabrikan memiliki alat khusus yang bisa mendeteksi apakah data di dalam ECU pernah diotak-atik atau belum.
Begitu ketahuan segel data elektronik sudah berubah, maka otomatis seluruh garansi mesin dan kelistrikan kamu akan hangus.
Jika terjadi kerusakan fatal di kemudian hari, kamu harus menanggung semua biaya perbaikan menggunakan uang pribadi, Bikers.
Pikirkan seribu kali sebelum melangkah, terutama jika usia motor kamu masih berada dalam masa perlindungan garansi resmi.