Baterai biasa umumnya sudah mulai mengalami kegagalan struktur jika suhu bagian dalam menyentuh angka 150 derajat Celcius.
Sementara itu, sasis sel LFP baru akan bereaksi keras jika temperaturnya menembus angka 270 derajat Celcius, Bradsis.
Batas toleransi suhu yang sangat tinggi ini membuat motor listrik aman diajak kerja keras melibas kemacetan kota.
Bikers tidak perlu cemas lagi memarkir motor kesayangan di bawah terik matahari langsung dalam waktu yang lama.
Sistem manajemen baterai atau BMS pintar juga bertugas menjaga suhu operasional tetap berada di zona aman harian.
BACA JUGA:Bikin Baterai Awet! Ini Tips Berkendara Motor Listrik Honda
Umur Pakai Jauh Lebih Panjang dan Anti Drop Daya
Bukan cuma soal faktor keselamatan saja yang diunggulkan, durabilitas baterai LFP juga sangat luar biasa hebat, Bradsis.
Baterai jenis lama biasanya sudah mulai mengalami penurunan performa setelah melewati 500 hingga 1.000 kali siklus pengisian.
Nah, buat teknologi LFP modern, masa pakainya bisa menembus rentang 2.000 sampai 3.000 kali siklus *charging* penuh.
Artinya, jika Bradsis mengisi daya motor setiap hari, komponen ini baru akan melemah setelah penggunaan sepuluh tahun.
Investasi jangka panjang yang sangat menggiurkan bagi para Bikers yang ingin menghemat pengeluaran bulanan mereka secara drastis.
BACA JUGA:Tantang Kompetitor! VinFast Resmi Buka Pemesanan Motor Listrik Sistem Swap Baterai
Ramah Lingkungan dan Bebas Eksploitasi Bahan Tambang Langka
Sisi positif lain yang membuat teknologi LFP semakin dicintai adalah proses produksinya yang jauh lebih bersih, Bradsis.
Baterai ini sama sekali tidak menggunakan bahan nikel atau kobalt yang proses penambangannya sering merusak ekosistem alam.
Zat besi dan fosfat merupakan material bumi yang sangat melimpah sehingga ongkos produksinya bisa ditekan lebih murah.
Ketika masa pakainya sudah habis nanti, limbah baterai LFP juga jauh lebih mudah untuk didaur ulang kembali.