Berdasarkan hasil pengujian menggunakan dyno test, perubahan pada pulley depan tanpa diikuti penggunaan per CVT yang lebih keras dapat membuat grafik tenaga mengalami penurunan pada putaran mesin tinggi.
Kondisi tersebut terjadi karena V-belt bergerak naik lebih cepat, sementara kenaikan putaran mesin tidak mampu mengimbanginya sehingga akselerasi terasa tertahan.
Karakter tersebut dapat diibaratkan seperti mengendarai motor bebek atau motor sport menggunakan gigi tinggi saat kecepatan masih rendah.
Mesin tetap bekerja, tetapi tenaga yang dihasilkan terasa kurang maksimal ketika berakselerasi.
BACA JUGA:Honda Rebel 1100 Bersolek, Makin Ganteng dengan Warna Baru! Segini Banderolnya
Per Setan Bukan Sekadar Aksesori
Mengganti per CVT standar dengan per yang lebih keras menjadi salah satu solusi untuk mengembalikan keseimbangan kerja sistem CVT setelah dilakukan modifikasi.
Tekanan per yang lebih besar membantu menyesuaikan pergerakan V-belt dengan kenaikan putaran mesin, sehingga penyaluran tenaga menjadi lebih optimal dan akselerasi terasa lebih responsif.
Meski demikian, penggunaan per setan sebaiknya disesuaikan dengan spesifikasi mesin dan setup CVT agar performa tetap maksimal tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.