MOTOREXPERTZ.COM -- Aki motor mulai lemah dan sudah waktunya diganti? Jangan langsung membeli aki baru hanya karena bentuknya terlihat sama, Bradsis. Meski secara fisik tampak mirip, belum tentu aki tersebut cocok dipasang di motor kesayangan.
Cara paling gampang untuk mengetahui aki motor cocok atau tidak adalah dengan mengecek kode yang tercetak pada bodinya. Kode tersebut menjadi identitas produk yang membantu pemilik motor mengenali tipe, ukuran, kapasitas, hingga konfigurasi terminal aki.
Cari Kode pada Bodi Aki Lama
Langkah pertama, buka kompartemen aki motor dan cari deretan huruf serta angka pada bodinya. Kode aki biasanya dicetak cukup besar pada bagian depan, atas, atau samping casing.
Kode yang umum dijumpai misalnya GTZ5S, YTZ5S, YTX5L-BS, GTZ6V, dan masih banyak lagi. Kode tersebut menjadi identitas yang menunjukkan tipe serta spesifikasi dasar aki.
Supaya tidak keliru, catat kode secara lengkap. Jangan hanya mengingat angka atau beberapa hurufnya saja. Sebab, perbedaan satu huruf di bagian depan maupun belakang bisa menunjukkan dimensi, posisi terminal, atau karakter aki yang berbeda.
Pilihan paling aman adalah mencari aki baru dengan kode yang sama. Bisa juga menggunakan kode pengganti atau substitusi, asalkan sudah direkomendasikan oleh produsen aki untuk motor tersebut.
BACA JUGA:Aki Motor Cepat Tekor? Bisa Jadi Penyebabnya Berasal dari Masalah Sepele Ini
Angka pada Kode Belum Tentu Menunjukkan Kapasitas
Masih banyak pemilik motor yang menganggap angka pada kode aki menunjukkan kapasitas ampere-hour atau Ah secara langsung. Padahal, belum tentu, Bradsis.
Angka tersebut biasanya menjadi bagian dari sistem penamaan produk masing-masing produsen. Jadi, dua aki yang sama-sama memiliki angka 5 pada kodenya belum tentu punya kapasitas, ukuran, dan kemampuan starter yang sama.
Karena itu, jangan cuma berpatokan pada kode model. Periksa juga informasi lain yang tercantum pada label atau kemasan aki, seperti tegangan, kapasitas Ah, dan daya starter jika tersedia.
Sebagian besar motor modern menggunakan aki 12 volt. Meski voltasenya sama, kebutuhan kapasitas setiap motor bisa berbeda, terutama pada motor dengan sistem injeksi dan banyak perangkat elektronik.
BACA JUGA:Jangan Tunggu Sampai Mogok, Segera Cek Kesehatan Aki Motor Matic Kamu dengan Cara Ini
Pastikan Dimensinya Pas
Setelah mendapatkan kode yang sesuai, periksa juga ukuran fisik aki. Ukur panjang, lebar, dan tingginya, lalu bandingkan dengan aki lama.
Selisih ukuran beberapa milimeter saja terkadang sudah membuat aki sulit masuk ke dudukannya. Aki yang terlalu tinggi juga bisa membuat penutup kompartemen atau jok tidak dapat ditutup sempurna.
Sebaliknya, aki yang terlalu kecil berisiko bergerak dan terguncang saat motor melewati jalan berlubang. Getaran berlebihan dapat membuat sambungan kabel longgar atau merusak komponen aki dalam jangka panjang.