Ia menambahkan setiap Chief Marshal akan memberikan pembinaan kepada anggota marshal di pos masing-masing.
“Sistem berjenjang ini membuat transfer pengetahuan berlangsung lebih efektif sekaligus menjaga konsistensi penerapan standar keselamatan di setiap titik sirkuit,” jelas Dhika.
BACA JUGA:Sambangi GIIAS 2026, Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Dukung Industri Otomotif Nasional
Pada penyelenggaraan ARRC kali ini, sebanyak 200 marshal bertugas di berbagai sektor lintasan.
Sebanyak 35 Chief Marshal mengikuti pelatihan penyegaran sebelum menjalankan tugas.
Mereka berperan sebagai koordinator lapangan sekaligus penghubung antara Race Control dan marshal.
Peran tersebut sangat penting dalam memastikan respons cepat selama perlombaan berlangsung.
Selain marshal, MGPA juga memperkuat kesiapan tenaga medis melalui Motorsport Emergency Academy.
Program tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi petugas kesehatan di arena balap.
Pelatihan menitikberatkan pada penanganan keadaan darurat berkecepatan tinggi.
Koordinasi dengan marshal, Race Control, dan tim evakuasi menjadi bagian utama pelatihan.
BACA JUGA:Yamaha Racing Indonesia Optimis Raih Hasil Maksimal di ARRC Mandalika 2026
Chief Medical Officer Pertamina Mandalika International Circuit, Eko Widya Nugroho, menegaskan pentingnya pelatihan tersebut.
“Motorsport Emergency Academy dirancang untuk membekali tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus dalam menangani kondisi darurat di arena balap,” katanya.
Pada 2026, Motorsport Emergency Academy memasuki penyelenggaraan keempat dengan 67 peserta.
Sebanyak 22 peserta berasal dari luar Provinsi Nusa Tenggara Barat.