MOTOREXPERTZ.COM --- Pemilihan bahan bakar minyak atau BBM menjadi salah satu hal yang cukup sering diperhatikan pemilik motor.
Di pasaran tersedia berbagai jenis BBM dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) yang berbeda-beda. Banyak anggapan bahwa menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi otomatis membuat konsumsi bahan bakar motor menjadi lebih irit. Namun, apakah anggapan tersebut benar?
Pada dasarnya, angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan terjadinya knocking atau detonasi di dalam ruang bakar. Semakin tinggi angka oktan, semakin besar kemampuan BBM untuk menahan tekanan dan temperatur sebelum terbakar secara tidak terkendali.
Namun, BBM dengan oktan lebih tinggi tidak selalu membuat semua motor menjadi lebih irit. Efisiensi bahan bakar sangat bergantung pada spesifikasi mesin dan rekomendasi dari pabrikan.
BACA JUGA:Kenapa Motor Jadi Boros Bensin? Jangan Langsung Salahkan Mesin!
BACA JUGA:Bensin Makin Mahal: Saatnya Ubah Kebiasaan Agar Motor Lebih Irit Konsumsi BBM
Motor yang memiliki rasio kompresi tinggi biasanya membutuhkan BBM dengan oktan lebih tinggi agar proses pembakaran dapat berlangsung secara optimal.
Sebaliknya, jika motor dirancang untuk menggunakan BBM dengan oktan lebih rendah, menggantinya dengan bahan bakar beroktan jauh lebih tinggi belum tentu memberikan penghematan konsumsi yang signifikan.
Mesin mungkin tetap berjalan normal, tetapi perbedaan konsumsi BBM bisa sangat kecil atau bahkan tidak terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Motor dengan teknologi injeksi dan sistem pengaturan mesin modern memang memiliki kemampuan menyesuaikan sejumlah parameter pembakaran berdasarkan kondisi kerja mesin.
BACA JUGA:Motor Boros Bensin? Ini 7 Kebiasaan Pengendara yang Jadi Penyebabnya
BACA JUGA:Mitos atau Fakta? Bensin Premium Bisa Membuat Mesin Motor Modern Lebih Cepat Rusak
Meski demikian, hal tersebut bukan berarti penggunaan BBM beroktan tinggi secara otomatis akan meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Ada beberapa kondisi yang justru lebih berpengaruh terhadap konsumsi BBM dibandingkan sekadar memilih angka oktan. Gaya berkendara, kondisi lalu lintas, tekanan ban, beban kendaraan, kebersihan filter udara, kondisi busi, hingga perawatan sistem CVT pada motor matic dapat memengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar.
Pengendara yang sering melakukan akselerasi agresif dan mengerem secara mendadak, misalnya, berpotensi mengonsumsi BBM lebih banyak meskipun menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Begitu juga dengan motor yang sering digunakan di tengah kemacetan karena mesin terus bekerja dalam kondisi stop and go.