MOTOREXPERTZ.COM -- Shockbreaker bocor memang bukan masalah yang bisa dianggap sepele. Selain bikin tampilan motor kurang enak dilihat, kebocoran oli pada shockbreaker juga bisa membuat kerja suspensi tidak lagi maksimal.
Biasanya pemilik motor langsung menyimpulkan kalau seal shockbreaker sudah rusak. Padahal, ada beberapa penyebab lain yang sering luput dari perhatian dan justru bisa membuat shockbreaker kembali bocor meski seal baru saja diganti.
Seal Shockbreaker Rusak atau Sudah Getas
Penyebab paling umum tentu berasal dari seal shockbreaker. Komponen ini bertugas menahan oli agar tidak keluar dari tabung shock. Seiring usia pemakaian, material seal bisa mengeras, getas, atau kehilangan elastisitasnya.
Kalau sudah begini, oli perlahan merembes melewati celah seal. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan adanya bekas oli di bagian batang shockbreaker.
BACA JUGA:Tips Simpel Bikin Shockbreaker Yamaha Lexi Tetap Empuk, Cuma Perlu Perawatan Rutin Ini
Batang Shockbreaker Baret atau Berkarat
Nah, bagian ini sering terlewat saat melakukan perbaikan. Bradsis mungkin sudah mengganti seal dengan yang baru, tetapi kalau permukaan batang shockbreaker ternyata baret atau berkarat, potensi bocor tetap besar.
Permukaan yang tidak mulus dapat mengikis bibir seal ketika shockbreaker bekerja naik turun. Akibatnya, seal baru pun bisa cepat rusak dan oli kembali merembes.
Kotoran Menumpuk di Area Seal
Debu, pasir, lumpur, hingga kotoran kecil yang menempel di batang shock juga bisa menjadi biang masalah. Kotoran tersebut dapat masuk ke area bibir seal dan membuat permukaannya tidak lagi menutup sempurna.
Karena itu, jangan cuma memperhatikan kondisi seal. Kebersihan batang shockbreaker juga perlu dijaga, terutama setelah motor digunakan melewati jalan berlumpur atau berdebu.
BACA JUGA:Fungsi Shockbreaker yang Lebih Penting dari Sekadar Peredam Guncangan
Sering Muat Beban Berlebihan
Kebiasaan membawa beban berlebihan juga bisa mempercepat kerusakan suspensi. Beban yang terlalu berat membuat shockbreaker bekerja lebih keras dan terus-menerus menerima tekanan.
Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, seal dan komponen internal shockbreaker bisa mengalami keausan lebih cepat. Efeknya, kebocoran oli pun lebih mudah terjadi.
Pemasangan Seal Kurang Tepat
Kalau shockbreaker baru diservis tetapi tidak lama kemudian bocor lagi, pemasangan seal juga wajib dicurigai. Seal yang terpasang miring, terlalu dalam, atau rusak saat proses pemasangan bisa menyebabkan kebocoran berulang.
Makanya, pengerjaan sebaiknya dilakukan dengan alat dan teknik yang tepat. Jangan asal dipukul atau ditekan menggunakan benda yang bisa merusak permukaan seal.
BACA JUGA:Shockbreaker Belakang Terasa Keras? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan