Awas Makin Parah, Shockbreaker Depan Motor Bunyi Jeduk Bisa Disebabkan Komponen Ini

Awas Makin Parah, Shockbreaker Depan Motor Bunyi Jeduk Bisa Disebabkan Komponen Ini

Suara tersebut memang sering muncul dari area suspensi depan, terutama pada motor yang sudah cukup lama dipakai. Namun, bukan berarti sumber masalahnya selalu berasal dari sokbreker--Dok

MOTOREXPERTZ.COM -- Pernah dengar suara “jeduk” dari bagian depan motor saat melibas polisi tidur atau jalan berlubang? Jangan langsung berpikir shockbreaker depan sudah rusak, Bradsis.

Suara tersebut memang sering muncul dari area suspensi depan, terutama pada motor yang sudah cukup lama dipakai. Namun, bukan berarti sumber masalahnya selalu berasal dari sokbreker.

Nah, kalau kondisi ini dibiarkan, komponen yang awalnya hanya menimbulkan bunyi bisa mengalami keausan lebih jauh. Bahkan, dalam kondisi tertentu, masalah tersebut dapat ikut memengaruhi kenyamanan dan kestabilan motor saat dikendarai.

Jangan Langsung Salahkan Sokbreker

Saat suspensi depan bekerja, shockbreaker memang menerima beban cukup besar. Komponen ini bertugas meredam gerakan roda ketika motor melewati lubang, polisi tidur, maupun permukaan jalan bergelombang.

Masalah muncul ketika ada bagian yang sudah aus, longgar, atau kemampuan redamannya menurun. Akibatnya, gerakan suspensi bisa terasa lebih kasar dan terdengar bunyi benturan dari area depan.

Karena letaknya berdekatan, suara tersebut sering dianggap pasti berasal dari tabung shock. Padahal, sumbernya bisa saja dari komstir, baut pengikat, bushing, hingga bagian internal suspensi.

BACA JUGA:MotoGP Siapkan Sesi Kualifikasi Khusus Sprint Race, Bakal Diperkenalkan Musim Depan?

Komponen yang Bisa Bikin Shock Depan Motor Bunyi Jeduk

1. Komstir Mulai Kendur atau Aus

Salah satu bagian yang patut dicurigai adalah komstir. Komponen ini berada di area leher kemudi dan berhubungan langsung dengan sistem kemudi serta suspensi depan.

Komstir yang mulai oblak dapat menimbulkan suara “jeduk” ketika motor direm menggunakan rem depan atau saat roda menghantam jalan berlubang. Gejala lainnya bisa berupa setang terasa kurang stabil atau terdapat gerakan berlebih ketika bagian depan motor didorong maju-mundur.

Artinya, jangan langsung membeli shockbreaker baru hanya karena terdengar bunyi dari bagian depan. Pemeriksaan komstir juga perlu dilakukan agar tidak salah diagnosis.

2. Baut Pengikat Shock Mulai Longgar

Baut pengikat pada sistem suspensi depan juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Getaran motor yang terjadi terus-menerus dapat membuat sambungan mengalami kelonggaran apabila pengencangannya tidak sesuai.

Ketika terdapat celah pada bagian pengikat, gerakan suspensi bisa menghasilkan bunyi benturan. Suaranya biasanya semakin jelas ketika motor melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
APPS ME
Berita Terpopuler