Jangan Sembarangan Gonta-ganti Jenis BBM, Ini Penjelasan Soal Oktan dan Pengaruhnya ke Mesin

Selasa 18-08-2026,10:57 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

BACA JUGA:Silverstone Bayar Ratusan Miliar untuk Gelar MotoGP hingga 2028, Bagaimana dengan Biaya di Mandalika?

BBM Oktan Tinggi Belum Tentu Bikin Mesin Lebih Bertenaga

Nah, ini bagian yang sering bikin salah kaprah.

BBM dengan RON lebih tinggi bukan berarti secara otomatis membuat semua mesin menghasilkan tenaga lebih besar. Pengaruhnya sangat bergantung pada desain dan kemampuan mesin tersebut.

Mesin yang memang dirancang untuk memanfaatkan bahan bakar beroktan tinggi dapat bekerja dengan karakter pembakaran yang sesuai. Sementara pada mesin yang tidak membutuhkan RON setinggi itu, kenaikan angka oktan belum tentu memberikan peningkatan performa yang terasa.

Dengan kata lain, bukan angka oktannya saja yang menentukan tenaga mesin. Desain mesin, rasio kompresi, sistem injeksi, pengapian, hingga pengaturan ECU juga ikut berperan.

Jangan Asal Campur atau Pindah BBM

Kalau terpaksa harus berganti jenis BBM karena kondisi tertentu, Bradsis enggak perlu langsung panik. Yang penting, pilih bahan bakar yang masih memenuhi atau mendekati rekomendasi pabrikan.

Perlu diketahui juga, kualitas BBM bukan cuma soal RON. Spesifikasi bahan bakar mencakup berbagai parameter lain yang harus memenuhi standar. Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga melakukan pengawasan terhadap kualitas BBM yang beredar.

Bahkan, pengujian RON sendiri dilakukan menggunakan metode dan peralatan khusus seperti mesin CFR F1 dengan standar ASTM D2699. Jadi, angka oktan bukan sesuatu yang bisa dinilai secara akurat hanya dengan alat sederhana yang beredar di media sosial.

BACA JUGA:Seberapa Sering Filter Fuel Pump Motor Harus Dibersihkan atau Diganti? Ini Penjelasannya

Jadi, Harus Pilih BBM yang Mana?

Jawabannya simpel: ikuti rekomendasi pabrikan kendaraan.

Bradsis enggak perlu ikut-ikutan memilih BBM hanya karena orang lain merasa performa kendaraannya lebih enak setelah menggunakan RON tertentu. Karakter setiap mesin berbeda.

Kalau buku manual kendaraan merekomendasikan RON 92, gunakan BBM dengan spesifikasi tersebut sebagai pilihan utama. Bila tersedia pilihan dengan RON lebih tinggi dan sesuai spesifikasi kendaraan, penggunaannya bisa dipertimbangkan, tetapi jangan berharap otomatis membuat mesin jauh lebih bertenaga.

Sebaliknya, jangan sengaja menurunkan RON hanya demi menghemat biaya kalau angka tersebut berada di bawah rekomendasi kendaraan.

Intinya, angka oktan harus cocok dengan kebutuhan mesin. Bukan semakin tinggi selalu semakin bagus, dan bukan pula semakin murah berarti lebih menguntungkan. Dengan menggunakan BBM sesuai spesifikasi, proses pembakaran bisa bekerja sebagaimana rancangan mesin dan risiko knocking pun dapat diminimalkan.

Kategori :