MOTOREXPERTZ.COM -- Perkembangan kendaraan ramah lingkungan tidak selalu mengarah pada elektrifikasi, karena Suzuki justru mengeksplorasi teknologi baru untuk mempertahankan mesin pembakaran internal.
Setelah Honda ADV 160 Flex Fuel diperkenalkan, Suzuki turut mengembangkan Gixxer SF 250 FFV yang dirancang mampu menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol tinggi hingga E85.
Motor sport 250 cc tersebut menjadi bukti bahwa mesin bensin masih bisa dikembangkan dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif yang berpotensi menghasilkan emisi lebih rendah.
BACA JUGA:Marco Bezzecchi Bawa Aprilia Cetak Dua Podium di MotoGP Aragon 2026
BACA JUGA:Honda ST125 Dax Dapat Suntikan Warna Baru, Harga Rp 84 Jutaan
Suzuki Gixxer SF 250 FFV Bisa Minum E85
Suzuki Gixxer SF 250 FFV dikembangkan di India dengan teknologi Flex Fuel Vehicle (FFV), sehingga sistem mesinnya dapat beradaptasi dengan berbagai komposisi bahan bakar mulai E20 hingga E85.
E85 sendiri merupakan campuran yang terdiri dari 85 persen etanol dan 15 persen bensin, dengan etanol dapat berasal dari bahan nabati seperti tebu maupun jagung.
Berbeda dari motor bensin konvensional yang dapat menghadapi kendala ketika menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol tinggi, Suzuki melakukan penyesuaian pada sejumlah komponen. Injektor dan pompa bahan bakar dirancang agar mampu bekerja dengan kadar etanol tinggi, sedangkan sistem kontrol mesin memanfaatkan sensor oksigen untuk membaca karakteristik bahan bakar dan menyesuaikan pengoperasiannya secara otomatis.
BACA JUGA:Sambut Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Lubricants Tebar Promo Oli hingga Cashback Rp40 Ribu
BACA JUGA:Rayakan Kemerdekaan, Y2C Jakarta Bawa Semangat Berbagi ke Anak Panti Asuhan
Performa Mesin Tetap Jadi Andalan
Dari sektor mesin, Suzuki Gixxer SF250 FFV masih mempertahankan konfigurasi satu silinder berpendingin oli yang dipadukan dengan transmisi enam percepatan.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 27,2 PS ketika menggunakan E20 dan meningkat menjadi 27,9 PS dengan E85, sementara torsi maksimumnya mencapai 22,5 Nm.
Penggunaan etanol dalam kadar lebih tinggi tidak serta-merta membuat performa motor menurun.
Namun, E85 memiliki kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan bensin, sehingga konsumsi bahan bakar untuk jarak yang sama berpotensi lebih tinggi.
BACA JUGA:Luar Biasa! GIIAS Surabaya 2026 Cetak Rekor Pengunjung Terbanyak, Tembus 45.763 Orang