Pengembangan teknologi FFV bukan hanya soal kemampuan mesin menerima bahan bakar alternatif, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung.
Ketersediaan E85 yang belum merata menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan seberapa luas teknologi tersebut diterima dan digunakan masyarakat.
Suzuki melihat teknologi bahan bakar fleksibel sebagai salah satu bagian dari strategi menghadapi perubahan industri otomotif. Selain FFV, motor listrik, teknologi hybrid, dan berbagai sumber energi alternatif lainnya tetap menjadi pilihan dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Melalui Gixxer SF250 FFV, Suzuki seolah ingin menunjukkan bahwa mesin pembakaran internal belum tentu harus ditinggalkan sepenuhnya. Teknologi tersebut masih dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sumber bahan bakar yang lebih bersih, selama didukung infrastruktur dan ekosistem yang memadai.