JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- MotoGP dikabarkan tengah mempertimbangkan format Sprint Qualifying mulai musim 2027 untuk menentukan posisi start Sprint Race.
Usulan tersebut disebut telah disampaikan kepada para pabrikan dan tim yang berkompetisi di MotoGP.
Menurut laporan Motorsport, format baru ini akan menghadirkan sesi kualifikasi khusus untuk menentukan posisi start Sprint Race.
Dengan begitu, hasil kualifikasi Sprint tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sesi kualifikasi yang digunakan untuk Grand Prix.
MotoGP Berpotensi Pisahkan Kualifikasi Sprint
MotoGP mulai menggunakan Sprint Race pada musim 2023 sebagai bagian dari perubahan format akhir pekan.
Berbeda dengan Formula 1, Sprint MotoGP digelar pada setiap seri yang terdapat dalam kalender balapan.
Formula 1 sendiri akan menambah jumlah Sprint Race menjadi 10 seri pada musim 2027.
Jumlah tersebut masih lebih sedikit dibandingkan total Sprint Race yang berlangsung sepanjang musim MotoGP.
Saat ini, hasil sesi Q1 dan Q2 digunakan untuk menentukan posisi start pembalap pada Sprint Race maupun Grand Prix.
Jika usulan baru diterapkan, MotoGP akan memiliki sesi tambahan untuk menentukan posisi start Sprint Race.
Format tersebut membuat kualifikasi untuk Sprint dan Grand Prix memiliki hasil grid yang berbeda.
BACA JUGA:Pecah Telur! Pedro Acosta Menang di MotoGP Austria 2026, Marquez Finish ke-5
Jadwal Akhir Pekan Bisa Berubah
Format akhir pekan MotoGP saat ini sudah memiliki berbagai sesi yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu.
Pada Jumat, pembalap menjalani FP1 selama 45 menit dan Practice selama 60 menit.
Practice menentukan 10 pembalap yang langsung lolos ke Q2 untuk menjalani kualifikasi pada Sabtu.