Karena itu, suara yang berubah secara drastis setelah panas tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai karakter normal motor. Kondisi setelan klep perlu diperiksa jika suara semakin jelas atau disertai perubahan performa.
Bagaimana Kalau Makin Berisik Saat Panas?
Nah, bagian ini yang perlu diperhatikan. Kalau suara motor hanya berubah sedikit dan kemudian tetap stabil, kemungkinan besar tidak ada masalah serius.
Namun, apabila setelah panas muncul suara ketukan, gemeretak, atau gesekan yang sebelumnya tidak ada, penyebabnya bisa berkaitan dengan kualitas atau volume oli, celah klep, rantai keteng dan tensioner, bearing, hingga komponen lain yang mulai mengalami keausan.
Oli yang sudah menurun kualitasnya juga bisa membuat suara semakin kasar ketika temperatur mesin meningkat karena kemampuan pelumasannya sudah tidak optimal.
BACA JUGA:Tak Hanya Wanita, Para Pria Juga Harus Tahu Komponen Motor Harus Wajib Diganti Secara Berkala
BACA JUGA:Kasih Paham! 7 Komponen Motor ini Wajib Diganti Secara Berkala, Kalau Ogah Dibuat Susah
Jadi, Normal atau Tidak?
Kesimpulannya, suara mesin motor berubah setelah panas merupakan hal yang wajar selama perubahannya ringan dan tidak disertai gejala lain.
Perubahan temperatur membuat oli berubah karakter dan komponen mesin mengalami pemuaian, sehingga karakter suara bisa ikut berubah.
Sebaliknya, suara yang tiba-tiba menjadi sangat kasar, muncul ketukan keras, atau tetap berisik setelah mesin panas sebaiknya tidak diabaikan. Periksa kondisi oli terlebih dahulu, kemudian lakukan pengecekan klep dan komponen mesin jika suara tetap muncul.
Jadi, jangan langsung panik ketika suara motor sedikit berbeda setelah panas. Yang penting adalah mengenali apakah perubahan tersebut masih dalam batas normal atau justru menjadi tanda awal adanya masalah.