Karena itu, jangan asal memilih oli hanya berdasarkan kekentalannya. Periksa juga standar dan rekomendasi yang tercantum pada buku manual motor.
4. Pastikan Free Play Tuas Kopling Sesuai
Setelan kabel atau mekanisme kopling yang tidak tepat juga dapat memengaruhi kinerja kopling. Jika terlalu kencang, mekanisme kopling bisa tidak sepenuhnya menekan atau melepas sesuai desainnya.
Sebaliknya, free play yang terlalu besar dapat membuat kopling tidak bekerja optimal dan perpindahan gigi terasa kurang nyaman. Pastikan jarak main bebas tuas kopling mengikuti spesifikasi pabrikan.
BACA JUGA:Kasih Paham! 7 Komponen Motor ini Wajib Diganti Secara Berkala, Kalau Ogah Dibuat Susah
BACA JUGA:Sering Terjebak Macet? Ini Komponen Motor yang Paling Cepat Aus dan Diam-Diam Bikin Kantong Jebol
5. Jangan Abaikan Servis dan Gejala Kopling Selip
Perawatan rutin tetap diperlukan meskipun motor masih terasa normal. Jika muncul gejala seperti putaran mesin melonjak tetapi kecepatan bertambah lambat, tarikan terasa lemah, atau muncul bau gosong setelah penggunaan berat, segera lakukan pemeriksaan.
Jangan langsung menganggap kampas kopling pasti menjadi penyebab karena sistem kopling terdiri dari beberapa komponen yang saling berkaitan.
Pada akhirnya, umur kampas kopling tidak hanya ditentukan oleh kualitas komponennya. Cara berkendara, ketepatan penggunaan oli, setelan kopling, kondisi motor, serta beban penggunaan sehari-hari semuanya dapat memengaruhi usia pakainya.
Dengan kebiasaan berkendara yang lebih halus dan perawatan rutin, kampas kopling motor sport bisa bekerja lebih optimal sekaligus membantu mengurangi risiko penggantian komponen terlalu cepat.