Bukan Soal Gengsi: Ini Alasan Motor Listrik Masih Sulit Dilirik Banyak Rider

Sabtu 27-12-2025,08:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

Meski biaya operasionalnya lebih murah, harga beli motor listrik masih tergolong tinggi bagi banyak konsumen. 

Perbedaan harga ini membuat calon pembeli berpikir dua kali, terutama jika manfaat jangka panjang belum benar-benar dirasakan.

5. Umur dan Biaya Penggantian Baterai

Baterai menjadi komponen paling mahal pada motor listrik. Banyak orang masih ragu soal usia pakai baterai dan biaya penggantiannya. 

Kekhawatiran ini wajar, karena harga baterai bisa mendekati separuh harga motor itu sendiri.

BACA JUGA:Suzuki Luncurkan Motor Listrik e-VanVan, Tampilan Unik, Performa Bukan Kaleng-kaleng!

BACA JUGA:BYD Siap Guncang Pasar! Motor Listrik Scorpio X1 Siap Saingi Motor 150cc di Indonesia!

6. Sensasi Berkendara yang Berbeda

Bagi sebagian rider, motor bukan sekadar alat transportasi. Suara mesin, getaran, dan perpindahan gigi menjadi bagian dari pengalaman berkendara. 

Karakter motor listrik yang senyap dan minim “rasa mekanis” membuat sebagian penggemar motor bensin merasa kurang terhubung secara emosional.

BACA JUGA:Film Agak Laen: Menyala Pantiku Tampilkan Honda Win 300, Motor Legendaris yang Dipakai Indra Jegel

BACA JUGA:Honda CB100 1973, Motor yang Digunakan dalam Film Dilan ITB 1997, Cek Spesifikasinya di Sini

Kurangnya minat terhadap motor listrik bukan berarti teknologinya buruk. Masalah utamanya ada pada kesiapan ekosistem dan kebiasaan pengguna. 

Seiring berkembangnya infrastruktur, teknologi baterai, dan harga yang semakin terjangkau, motor listrik berpeluang besar menjadi pilihan utama di masa depan. 

Namun untuk saat ini, motor bensin masih unggul dalam hal fleksibilitas dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Kendati demikian, bukan tak mungkin nantinya penggunaan motor listrik mampu bersaing dengan motor bensin di masa depan.

Kategori :