MOTOREXPERTZ.COM -- Motor listrik digadang-gadang sebagai masa depan kendaraan roda dua. Suaranya halus, bebas emisi, dan biaya operasionalnya disebut jauh lebih murah.
Namun kenyataannya, minat masyarakat terhadap motor listrik masih belum sebesar motor bensin konvensional.
Bukan tanpa alasan, ada beberapa faktor penting yang membuat banyak rider masih ragu untuk beralih.
1. Jarak Tempuh Masih Jadi Kekhawatiran
Salah satu alasan utama adalah range anxiety. Banyak pengguna khawatir kehabisan daya di tengah jalan, terutama saat bepergian jauh atau touring.
BACA JUGA:TVS X vs Yamaha Aerox E: Duel Motor Listrik Premium Kekinian, Mana yang Lebih Bagus?
BACA JUGA:Pemerintah Gencarkan Penggunaan Motor Listrik, Targetkan 13 Juta Unit Terjual di 2030
Jarak tempuh motor listrik memang cukup untuk pemakaian harian, tetapi masih dianggap belum fleksibel seperti motor bensin yang bisa diisi ulang dalam hitungan menit.
2. Infrastruktur Pengisian Belum Merata
Stasiun pengisian daya masih terbatas, terutama di luar kota besar. Hal ini membuat motor listrik terasa kurang praktis bagi pengguna yang mobilitasnya tinggi atau sering berpindah kota. Tanpa infrastruktur yang memadai, keunggulan motor listrik jadi kurang terasa.
3. Waktu Pengisian Terlalu Lama
Berbeda dengan motor bensin yang bisa diisi penuh dalam beberapa menit, motor listrik membutuhkan waktu pengisian yang jauh lebih lama. Bagi sebagian orang, hal ini dianggap merepotkan, apalagi jika motor digunakan sebagai kendaraan utama untuk bekerja.
4. Harga Awal Masih Dianggap Mahal