Aturan Baru MotoGP 2026: FIM Larang Pembalap Nyalakan Motor di Area Run-Off Usai Terjatuh, Ini Alasannya

Senin 12-01-2026,21:40 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) resmi merombak regulasi keselamatan untuk musim balap 2026.

Dalam aturan terbaru, pembalap MotoGP hingga WorldSBK dilarang keras menyalakan kembali mesin motor mereka di pinggir lintasan atau area run-off setelah mengalami kecelakaan.

Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko kecelakaan fatal yang melibatkan pembalap dan petugas lintasan (marshal).

Seperti yang diketahui, selama ini pembalap sering kali memaksakan diri menghidupkan motor di area berbahaya saat balapan masih berlangsung, yang justru membahayakan nyawa mereka dan petugas yang membantu.

BACA JUGA:Solidaritas Tanpa Batas, Stylo Club Bandung Gelar Kopdar Perdana dan City Rolling di Pusat Kota

Berdasarkan aturan baru, jika seorang pembalap terjatuh dan mesin motornya mati, ia tidak boleh lagi mencoba menyalakan motor di area sirkuit.

Pembalap diwajibkan membawa motornya ke balik pembatas lintasan atau jalan servis (service road).

“Setelah terjadi kecelakaan atau masalah teknis, setiap mesin yang tidak beroperasi di lintasan atau di area pengaman harus segera dibawa ke belakang garis perlindungan pertama oleh petugas lintasan. Mesin tidak boleh dihidupkan kembali di lintasan atau area pengaman," tulis pernyataan resmi FIM.

"Mesin harus dipindahkan ke jalan servis (atau ke tempat yang aman dan terlindungi jika tidak ada jalan servis), di mana bantuan untuk menghidupkan kembali mesin dapat diberikan," lanjut pernyataan tersebut," lanjutnya.


Crash Fabio Quartararo di Sprint Race MotoGP Hungaria 2025--Instagram

BACA JUGA:Kaca Helm Berembun Saat Hujan? Ini 4 Cara Ampuh Mengatasinya Agar Tetap Aman di Jalan

Meski harus menjauh dari lintasan, pembalap tetap diizinkan melanjutkan balapan atau sesi kualifikasi setelah motor berhasil menyala di tempat aman.

Namun, ada syarat ketat: marshal berhak melarang pembalap kembali ke trek jika ditemukan kerusakan teknis yang berbahaya, seperti kebocoran oli atau cairan pendingin.

Aturan baru hasil kesepakatan Grand Prix Commission dan SBK Commission ini tidak hanya berlaku untuk kelas tertinggi seperti MotoGP dan WorldSBK (WSBK).

FIM menegaskan bahwa regulasi ini mencakup seluruh kejuaraan di bawah naungan mereka, termasuk ajang balap ketahanan FIM Endurance World Championship.

Kategori :