Tanpa cakram ganda di depan, namun dengan bobot motor sekitar 173 kg dan kapasitas mesin 398 cc, konfigurasi ini dinilai sudah lebih dari cukup.
7. Ban Sport Jadi Pembeda Karakter
Thruxton 400 menggunakan Pirelli Diablo Rosso IV, ban sport yang dikenal punya daya cengkeram kuat di aspal dan cocok untuk karakter café racer performa jalanan.
BACA JUGA:Honda Rebel Edisi 2026: Tampilan Cruiser yang Liar, Tidak Mudah Rewel, Performa Nakal, Fitur Yahud!
8. Platform Sama, Rasa Berkendara Berbeda
Meski berbagi basis mesin, transmisi 6-percepatan, velg aluminium, sistem rem depan, dan fitur elektronik dengan Tracker 400, karakter berkendara Thruxton sangat berbeda.
Thruxton menawarkan posisi café racer klasik yang condong ke depan, sementara Tracker 400 menghadirkan posisi duduk tegak dengan setang lebar ala motor tracker.
9. Biaya Kepemilikan Tetap Ramah
Triumph menetapkan interval servis tiap 10.000 mil dan memberikan garansi dua tahun tanpa batas jarak tempuh.
Meski harga globalnya lebih tinggi dibanding rival 400–500 cc, Thruxton 400 tetap unik karena menawarkan café racer yang ramah untuk rider baru—sesuatu yang jarang ada di dunia motor modern.
BACA JUGA:Dari Mesin Tenun ke Raja Motor Dunia: Sejarah Suzuki dan Motor Pertamanya di Dunia
Informasi Penjualan di Indonesia
Triumph Thruxton 400 2026 sudah dijual di Indonesia sejak akhir tahun 2025, namun masih menggunakan sistem pre order yang hanya bisa dilakukan melalui dealer resmi Triumph.
Meski pemesanan sudah dibuka, distribusi unit secara global dan ke dealer di berbagai wilayah diperkirakan berlangsung bertahap mulai Maret 2026.