MOTOREXPERTZ.COM --- Winglet kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari desain motor MotoGP modern.
Hampir semua pabrikan menggunakan sayap kecil di bagian depan motor, sebuah inovasi yang awalnya lahir dari eksperimen berani dan sempat menuai kontroversi.
Winglet pertama kali muncul pada 2015, ketika Ducati memperkenalkan elemen bodi mencolok yang menonjol ke depan seperti sayap kecil.
Tujuan utamanya adalah menciptakan downforce untuk meningkatkan stabilitas saat akselerasi.
BACA JUGA:Bagnaia 'Ngamuk'! Siap Balas Dendam di MotoGP 2026 dan Tak Malu 'Curi' Ilmu Marc Marquez
BACA JUGA:Daftar Pembalap MotoGP 2026: Menanti Kejutan Toprak Razgatlioglu
Seiring tenaga motor MotoGP yang semakin buas, menjaga roda depan tetap menapak aspal menjadi tantangan besar.
Winglet membantu menekan bagian depan motor, mencegah wheelie, dan memungkinkan pembalap membuka gas lebih awal saat keluar tikungan, keunggulan nyata dalam persaingan.
Namun, kesuksesan ini tak lepas dari kritik. Kenapa Winglet Sempat Dilarang?
Beberapa tim mengeluhkan biaya pengembangan aerodinamika yang melonjak, sementara pembalap dan ofisial menyoroti masalah keselamatan.
Winglet saat itu terbuat dari serat karbon tajam yang berpotensi melukai pembalap saat kecelakaan atau bahkan saat saling menyalip.
BACA JUGA:Disebut Calon Juara MotoGP 2026, Ini Pernyataan Mengejutkan dari Marco Bezzecchi
BACA JUGA:3 Pembalap Ini Diunggulkan Juarai MotoGP 2026: Marquez Bukan Favorit!
Pada 2016, FIM akhirnya melarang winglet dalam bentuk menonjol. Selain alasan keselamatan, keputusan ini juga bertujuan mencegah MotoGP berubah menjadi ajang adu teknologi mahal yang hanya menguntungkan tim dengan dana besar.
Kembalinya Aerodinamika: Lebih Halus, Lebih Terintegrasi