Kalau pasar motor sport 250 cc mulai jenuh, segmen adventure justru punya ruang tumbuh. Di sinilah V-Strom 250 SX bisa mencuri perhatian dan naik kelas sebagai volume maker.
3. Suzuki Nex II – Si Murah yang Tak Pernah Mati
Jangan remehkan kelas entry level. Nex II punya sejarah sebagai skutik ringan, irit, dan mudah dikendarai. Untuk 2026, penyegaran desain dan warna jadi kunci.
Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, motor murah dengan perawatan simpel tetap punya pasar besar. Apalagi untuk pelajar, pekerja harian, dan ojek online.
Jika Suzuki bermain di strategi fleet dan pembelian massal, Nex II bisa kembali jadi tulang punggung penjualan nasional.
BACA JUGA:Perang Saudara Dimulai, Suzuki B-King 2026 Diluncurkan Bakal Jadi Pesaing Hayabusa
Pasar 2026 bukan cuma soal siapa paling cepat, tapi siapa paling relevan. Suzuki tampaknya mulai membaca kebutuhan konsumen yang ingin motor fungsional tanpa harus membayar terlalu mahal untuk gimmick.
Tiga model ini mewakili tiga karakter berbeda: premium commuter, petualang rasional, dan skutik ekonomis. Kombinasi yang secara teori sangat sehat untuk membangun volume penjualan.
Tentu semua kembali pada strategi harga, promosi, dan ketersediaan unit. Tanpa itu, potensi hanya akan jadi wacana.
Namun jika momentum dimanfaatkan dengan tepat, bukan tidak mungkin 2026 jadi tahun kebangkitan Suzuki di pasar roda dua Indonesia.