JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Seri pembuka MotoGP 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Thailand, Minggu (1/3), menyisakan kekecewaan bagi Ducati.
Tidak hanya gagal menempatkan satu pun pembalap di podium, sang mantan juara dunia dua kali, Francesco 'Pecco' Bagnaia, juga harus puas finis di posisi kesembilan.
Hasil ini sekaligus mematahkan rekor gila Ducati yang selalu menempatkan minimal satu pembalap di podium dalam 88 balapan terakhir di kelas utama.
Kehilangan Kendali Sejak FP2
Padahal, Pecco datang ke Thailand dengan kepercayaan diri tinggi setelah performa impresif pada uji coba pramusim. Namun, apa yang dirasakannya di lintasan saat balapan sangat kontras dengan hasil tes.
BACA JUGA:Ducati Ungkap Penyebab Ban Marc Marquez Tiba-tiba Pecah di MotoGP Thailand 2026
"Saya adalah pembalap Ducati (reguler) terakhir, jadi jelas saya yang berkinerja paling buruk," ujar Bagnaia blak-blakan kepada SkySports.it.
Pecco mengaku kesulitan mengendalikan ban belakang sejak sesi latihan kedua (FP2). Alih-alih bisa memacu motor GP26 miliknya, ia justru sibuk menjaga traksi agar ban tidak cepat habis. Namun, strategi itu tetap gagal membuahkan hasil manis
"Delapan lap terakhir, ban saya mulai berputar liar (spinning) bahkan sampai gigi kelima di trek lurus. Saat mencoba mengejar grup di depan, saya justru merasa sangat kelelahan," tambahnya.
Dominasi Ducati Tiba-tiba Redup
Kegagalan Ducati di Buriram terbilang aneh. Sirkuit ini biasanya menjadi taman bermain bagi pabrikan asal Borgo Panigale tersebut. Namun kali ini, mereka justru tampak tertinggal dari rival.
BACA JUGA:Bukan Pedro Acosta, Dani Pedrosa Bocorkan Siapa Pembalap Tim Ducati di MotoGP 2027
Nasib sial juga menimpa juara bertahan Marc Marquez yang harus keluar dari balapan akibat kerusakan pelek roda saat berada di posisi keempat. Sementara Fabio di Giannantonio menjadi penunggang Ducati terbaik dengan finis di urutan keenam.
Bagnaia menilai bahwa kompetitor seperti Aprilia dan KTM telah melakukan lompatan besar.
"Yang lain meningkat, sementara kami justru merasa mengalami kemunduran. Kami harus segera memahami alasannya," tegas pembalap asal Italia tersebut.