JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Gelaran MotoGP Brasil 2026 yang berlangsung di Autódromo Internacional de Goiânia - Ayrton Senna akhir pekan kemarin menyisakan catatan kritis meski sukses menyedot lebih dari 148 ribu penonton.
Pihak promotor dan pengelola sirkuit akhirnya buka suara setelah melakukan investigasi mendalam terhadap buruknya kondisi permukaan trek yang sempat mengganggu jalannya balapan.
Hasil investigasi mengungkapkan bahwa faktor cuaca ekstrem, yakni curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadi pemicu utama terhambatnya pekerjaan akhir pengaspalan.
Kondisi ini diperburuk dengan temuan mengejutkan pada hari Sabtu, di mana sistem pembuangan limbah lama yang tidak terdokumentasi di bawah tanah tiba-tiba runtuh dan merusak struktur permukaan sirkuit.
BACA JUGA:Aprilia Pesta di MotoGP 2026 Brasil: Bezzecchi Juara, Martin Finish P2
Meski kerusakan sistem drainase tersebut berada di luar jalur balap utama dan berhasil ditangani dengan cepat, masalah tidak berhenti di situ.
Memasuki hari Minggu, panas terik yang menyengat dikombinasikan dengan tingginya aktivitas kendaraan di lintasan menyebabkan degradasi aspal yang cukup parah.
Kerusakan ini terlihat jelas sesaat setelah balapan Moto2 usai, di mana permukaan aspal mulai mengelupas di beberapa titik terlokalisasi.
Meskipun tim teknis telah berupaya keras membersihkan serpihan agregat aspal hingga menit-menit terakhir sebelum start, risiko kecelakaan akibat permukaan trek yang tidak stabil tetap menghantui para pembalap kelas utama.
BACA JUGA:Menang di MotoGP Brasil 2026, Marco Bezzecchi Kuasai Puncak Klasemen
Demi menjamin keselamatan, Race Direction akhirnya mengambil keputusan pahit dengan memangkas durasi balapan MotoGP menjadi 23 putaran, atau hanya 75% dari jarak aslinya.
Keputusan mendadak ini segera disampaikan kepada seluruh tim melalui staf IRTA di setiap baris grid sesaat sebelum lampu hijau menyala.
Langkah darurat ini diambil karena stabilitas aspal tidak bisa dijamin jika balapan dipaksakan dalam durasi penuh.
Hal ini tentu menjadi catatan merah bagi proses homologasi FIM yang sebenarnya sudah dimulai sejak setahun lalu, termasuk inspeksi detail terhadap seluruh area konstruksi dan spesifikasi campuran aspal yang digunakan.
Disamping itu, pihak promotor dan pengelola sirkuit juga mengakui kegagalan teknis ini dan berjanji akan melakukan perbaikan menyeluruh sebelum jadwal MotoGP musim depan kembali bergulir.