MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak pemilik motor premium sering bertanya: aman tidak sih pakai Pertalite? Apakah bisa merusak mesin atau bikin performa turun? Pertanyaan ini wajar, apalagi harga bahan bakar makin naik.
Jawaban singkatnya: tidak langsung berbahaya, tapi tidak disarankan untuk jangka panjang.
Motor premium umumnya punya rasio kompresi tinggi, biasanya di atas 10:1. Mesin dengan kompresi tinggi butuh bahan bakar dengan angka oktan lebih besar agar pembakaran tetap stabil.
Sementara Pertalite punya oktan RON 90, yang sebenarnya lebih cocok untuk motor dengan kompresi rendah hingga menengah.
BACA JUGA:Polisi Sediakan Layanan Penitipan Motor Bagi Pemudik Saat Lebaran 2026
BACA JUGA:Tenaga Mesin Motor Jadi Loyo Gara-Gara Bensin? Ini Fakta yang Jarang Dibahas!
Kalau tetap dipakai, apa yang terjadi?
Dalam jangka pendek, motor masih bisa jalan normal. Tapi ada potensi munculnya knocking (ngelitik), yaitu pembakaran tidak sempurna di dalam mesin. Ini terjadi karena bensin terbakar sebelum waktunya akibat tekanan tinggi.
Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tapi kalau dibiarkan terus-menerus bisa menimbulkan beberapa masalah:
- Performa menurun karena pembakaran tidak optimal
- Konsumsi bensin jadi lebih boros
- Mesin cepat panas
Dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kerusakan komponen mesin. Namun, ada pengecualian. Beberapa motor modern sudah dilengkapi sensor seperti knock sensor dan ECU pintar yang bisa menyesuaikan timing pembakaran.
Jadi saat pakai Pertalite, sistem akan “menyesuaikan diri” agar mesin tetap aman. Tapi konsekuensinya, performa biasanya diturunkan. Jadi walaupun tidak langsung rusak, motor tidak bekerja di kondisi idealnya.
BACA JUGA:Diisukan Bakal Tutup Karena Bensin Tak Kunjung Terisi, Ini Jawaban Shell Indonesia
BACA JUGA:SPBU Swasta Kembali Langka, Ini Info Ketersediaan Bensin di BP
Lalu kapan masih boleh pakai Pertalite?
Kalau dalam kondisi darurat, misalnya tidak ada pilihan lain di SPBU, masih aman untuk sementara. Tapi sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan.