Tenaga Mesin Motor Jadi Loyo Gara-Gara Bensin? Ini Fakta yang Jarang Dibahas!
Ilustrasi motor sedang isi bensin--ChatGPT
MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak pemilik motor atau mobil pernah merasa performa kendaraannya tiba-tiba menurun.
Tarikan terasa berat, akselerasi lambat, bahkan suara mesin terdengar berbeda. Pertanyaannya, apakah bensin memang bisa mengurangi tenaga mesin?
Jawabannya bisa, tapi bukan sekadar soal bensin itu jelek atau bensinnya salah merek. Ada faktor teknis yang sering tidak disadari. Apa sajakah itu? Berikut kami memaparkan ulasannya:
1. Nilai Oktan Tidak Sesuai Spesifikasi Mesin
Setiap mesin dirancang dengan rasio kompresi tertentu. Mesin dengan kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi agar pembakaran berlangsung optimal.
BACA JUGA:Isi BBM Penuh Sampai Bibir Tangki? Ini Risiko yang Sering Tak Disadari!
BACA JUGA:Diisukan Bakal Tutup Karena Bensin Tak Kunjung Terisi, Ini Jawaban Shell Indonesia
Jika mesin berkompresi tinggi diisi bensin beroktan rendah, pembakaran bisa terjadi tidak sempurna atau bahkan menimbulkan gejala knocking (ngelitik). Efeknya? Tenaga terasa tertahan dan respons gas jadi kurang agresif.
Sebaliknya, menggunakan oktan terlalu tinggi pada mesin kompresi rendah memang tidak merusak, tapi juga tidak otomatis membuat tenaga melonjak drastis.
2. Kualitas Bahan Bakar dan Kandungan Air
Tenaga mesin sangat bergantung pada kualitas pembakaran. Jika bahan bakar terkontaminasi air atau kotoran, proses pembakaran tidak akan optimal. Mesin bisa brebet, tersendat, dan terasa kehilangan tenaga.
Tangki yang jarang dibersihkan atau terlalu sering dibiarkan hampir kosong juga berisiko menimbulkan endapan yang ikut tersedot ke sistem bahan bakar.
BACA JUGA:Salut! Polisi Ini Bantu Stut Motor Masyarakat yang Mogok Akibat Kehabisan Bensin
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-

