JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Bos Aprilia, Massimo Rivola, terang-terangan mengakui timnya bisa menghadapi masalah di tengah performa apik kedua pembalapnya di awal musim MotoGP 2026 ini.
Seperti yang diketahui, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin membuka musim dengan hasil nyaris sempurna.
Dimana keduanya sama-sama tampil kompetitif bahkan langsung menguasai papan atas klasemen sementara.
Bezzecchi tampil menggila dengan dua kemenangan beruntun di Thailand dan Brasil. Sementara Martin konsisten menguntit di barisan depan, finis keempat di Thailand dan naik podium kedua di Brasil.
Duo pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi Naik Podium di MotoGP 2026 Brasil--Aprilia Racing
BACA JUGA:Aprilia Pesta di MotoGP 2026 Brasil: Bezzecchi Juara, Martin Finish P2
Hasil tersebut membuat Aprilia langsung mengunci posisi teratas klasemen sementara lewat Bezzecchi, disusul Martin di peringkat kedua.
Namun, di balik dominasi ini, Rivola melihat tantangan lain yang tak kalah penting. Ia menyebut, memiliki dua pembalap dengan level performa setara bisa memicu dinamika internal yang berpotensi jadi masalah.
“Saya tahu saya akan mengalami masalah jika memiliki dua pembalap secepat itu. Saya tidak ingin mengatakan bahwa saya menantikan munculnya masalah," kata Rivola, melansir Crash.net.
Meski begitu, ia tidak melihat hal tersebut sebagai ancaman besar. Justru, ini jadi tantangan yang harus dikelola dengan baik oleh tim.
BACA JUGA:Aprilia Menggila di MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Juara, Marc Marquez Gigit Jari
Rivola memastikan Aprilia sudah punya alasan kuat memilih dua pembalap tersebut, dan kini tugas berikutnya adalah menjaga keseimbangan agar keduanya tetap fokus dan kompetitif tanpa memicu konflik.
Ia juga menyoroti Jorge Martin yang dinilai masih punya potensi untuk berkembang lebih jauh, mengingat jam terbangnya dengan motor Aprilia masih terbilang minim.
Di tengah euforia hasil positif, Rivola memilih tetap realistis. Ia menegaskan bahwa pencapaian musim lalu tidak berpengaruh pada perolehan poin musim ini.
Aprilia, kata dia, juga belum terbiasa berada di posisi puncak, sehingga pendekatan terbaik adalah tetap rendah hati dan bekerja konsisten.