Analisis Michelin Mengenai Dominasi Aprilia di Awal Musim MotoGP 2026

Kamis 09-04-2026,16:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Michelin bersikeras bahwa konstruksi ban mereka tidak memberikan keuntungan khusus bagi manufaktur tertentu.

Piero Taramasso dari Michelin menyatakan bahwa semua tim sudah terbiasa dengan ban kaku tersebut.

Menurutnya, saat ini Aprilia benar-benar memiliki keunggulan nyata dalam hal pengembangan paket motor.

Sementara Aprilia melakukan lompatan besar selama musim dingin, performa Ducati justru terlihat stagnan.

BACA JUGA:Marco Bezzecchi Sukses Pecahkan Rekor, Lima Kemenangan Beruntun MotoGP 2026 Jadi Tolak Ukur Baru

Terjadi celah performa yang cukup mencolok antara dua pabrikan besar asal Italia ini.

Ducati bahkan dilaporkan kesulitan dalam memaksimalkan potensi ban Michelin pada beberapa balapan awal.

Juara bertahan dua kali, Francesco Bagnaia, mengalami masalah degradasi ban yang parah di Amerika.

Ban belakang motornya mengalami penurunan performa secara drastis sebelum balapan berakhir.

BACA JUGA:Cakram Brembo Hyction Terbaru Lebih Ringan dengan Teknologi MotoGP untuk Performa Ekstrem

Piero Taramasso mengakui bahwa para pebalap Ducati cenderung memaksakan penggunaan ban belakang mereka.

Hal ini menciptakan getaran pada motor saat tingkat cengkeraman ban mulai menurun drastis.

Ducati perlu segera menemukan keseimbangan pengaturan yang tepat agar bisa kembali bersaing di depan.

Meski ada jarak dengan Aprilia, Michelin yakin Ducati akan bangkit pada seri berikutnya.

BACA JUGA:Toprak Razgatlioglu Selamatkan Wajah Yamaha di MotoGP Amerika 2026 dengan Poin Perdana

Seri balap di Jerez, Spanyol, diprediksi akan menjadi titik balik bagi tim Borgo Panigale.

Kategori :