MOTOREXPERTZ.COM --- Pemerintah Indonesia memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga meski jatah impor minyak mentah dari Rusia belum terealisasi pengirimannya.
Komitmen impor dalam jumlah besar yang telah disepakati sebelumnya diyakini mampu menopang kebutuhan energi domestik hingga penghujung tahun.
Sebagaimana diketahui, Indonesia memperoleh jatah impor minyak mentah (crude) sebanyak 150 juta barel dari Rusia. Kesepakatan ini merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Moskow beberapa waktu lalu, yang sekaligus membuka peluang kerja sama energi strategis antara kedua negara.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa volume impor tersebut telah diperhitungkan secara matang untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam jangka waktu yang cukup panjang.
BACA JUGA:Dunia Krisis Bahan Minyak, Masyarakat Pilih Jalan Kaki untuk Kerja daripada Naik Motor dan Mobil
BACA JUGA:Bocor! 3 Motor Paling Irit BBM 2026, Sekali Isi Bisa Lupa Pom Bensin
"Untuk ini komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi kemarin kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun," ujar Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESM dilansir dari CNN.
Meski demikian, hingga saat ini pengiriman minyak mentah tersebut masih belum dilakukan. Pemerintah masih menggodok skema teknis impor yang paling efektif sekaligus aman secara regulasi dan pembiayaan.
"Jadi sekarang kita tinggal instrumen bagaimana kita mengimpornya. Apakah langsung Badan Usaha Milik Negara atau ini ada BLU? Ini dua opsi ini lagi kita siapkan payung regulasinya," katanya.
Lebih lanjut, Yuliot menjelaskan bahwa setiap opsi memiliki konsekuensi tersendiri yang harus dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah bersama berbagai pihak terkait.
BACA JUGA:Tanpa Disadari, Malas Ganti Busi Ternyata Bikin Motor Boros Bensin
BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua
"Karena kalau ini BUMN itu kan juga ada konsekuensi dan juga kalau BLU itu apa kemudahan ya termasuk pembiayaan itu juga lagi kita bahas antara kementerian lembaga ya, kemudian itu juga dengan badan usaha termasuk bagaimana pada saat impor jalur mana yang akan digunakan," imbuhnya.
Apabila skema impor telah diputuskan, proses pengiriman minyak mentah dari Rusia akan segera dilakukan secara bertahap. Sementara itu, untuk komoditas LPG, hingga kini masih berada dalam tahap negosiasi dan belum ada kepastian volume yang disepakati.
"LPG belum belum kita dapat volumenya tetapi kalau untuk crude itu sudah ini sekitar 150 juta barel," pungkasnya.