Nama-nama seperti Ryan Vickers, Tetsuta Nagashima, hingga Jonathan Rea pernah mengisi kursi kosong tersebut.
Ketidakstabilan dalam susunan pembalap ini sangat mengganggu proses pengembangan data motor secara teknis.
Struktur manajemen tim juga telah mengalami tiga kali perubahan kepemimpinan dalam waktu singkat.
BACA JUGA:Perkara Aliran Bahan Bakar, Ducati dan Bimota Terima Penalti di WorldSBK Belanda
Honda terlalu bergantung pada pengalaman Grand Prix untuk memperbaiki keadaan di kejuaraan WorldSBK.
Steve English menilai bahwa tahun ketujuh proyek HRC ini kembali menjadi tahun pembangunan.
Tanpa adanya tekanan besar untuk meraih gelar, Honda bisa fokus mengumpulkan data teknis.
Mereka harus mulai mempersiapkan paket motor yang lebih kompetitif untuk menyambut musim 2027.
BACA JUGA:Tantangan Teknis Pengereman Brembo di Sirkuit Assen dalam Ajang WorldSBK Belanda 2026
Dunia balap masih menunggu momen kebangkitan Honda untuk kembali ke jalur kemenangan.
Tujuan utamanya adalah mengulang kesuksesan James Toseland saat meraih gelar juara dunia tahun 2007.