MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak pengendara baru sadar kondisi shockbreaker rusak setelah motor terasa tidak nyaman dipakai, bradsis.
Padahal komponen suspensi punya peran sangat penting menjaga kestabilan, kenyamanan, sekaligus keamanan saat motor digunakan harian.
Shockbreaker bekerja meredam guncangan ketika motor melewati jalan berlubang, polisi tidur, hingga tikungan dalam kecepatan tinggi.
Kalau performanya mulai menurun, bukan cuma kenyamanan yang terganggu, tetapi risiko kecelakaan juga bisa meningkat.
BACA JUGA:Ciri Oli Sokbreker Depan Motor Harus Diganti, Muncul Gejala yang Tidak Boleh Kamu Abaikan
Motor Terasa Limbung dan Guncangan Berlebih Jadi Tanda Shockbreaker Mulai Lemah
Salah satu gejala paling umum shockbreaker mulai rusak adalah munculnya guncangan berlebihan saat motor melewati jalan rusak.
Biasanya motor terasa lebih keras dibanding biasanya meski melewati lubang kecil atau polisi tidur.
Selain itu, motorexpertis juga bisa merasakan motor mulai limbung atau oleng saat dipakai di jalan yang sebenarnya cukup rata.
Kondisi ini menandakan kemampuan peredaman suspensi sudah mulai melemah.
Padahal shockbreaker yang sehat membantu ban tetap menempel optimal ke permukaan aspal.
Kalau daya redam menurun, grip ban ikut berkurang dan motor menjadi lebih sulit dikendalikan, terutama saat menikung atau melaju kencang.
BACA JUGA:Sokbreker Kustom Banyak Diminati, Tapi Benarkah Lebih Baik dari Standar?
Muncul Bunyi Decit dan “Bletak” Jangan Dianggap Sepele
Tanda lain yang sering diabaikan pengendara adalah munculnya suara aneh dari area suspensi.
Bunyi decit biasanya berasal dari bushing atau bagian shockbreaker yang mulai kering dan dipenuhi kotoran.
Sedangkan suara keras seperti “bletak” sering menjadi tanda suspensi mengalami bottoming.